
Gangguan tarif global jadi peluang bagi Australia untuk kurangi hambatan perdagangan

Sebuah balon udara terbang di langit dalam acara tahunan Canberra Balloon Spectacular di Canberra, Australia, pada 18 Maret 2025. (Xinhua/Chu Chen)
Dampak global dari tarif AS dapat mendorong peningkatan 0,37 persen pada Produk Domestik Bruto Australia, namun keuntungannya kecil jika dibandingkan dengan harga yang harus dibayar sehubungan dengan ketidakpastian ekonomi yang semakin meningkat.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Gangguan perdagangan global yang dipicu oleh penerapan tarif Amerika Serikat (AS) merupakan peluang bagi Australia untuk mengurangi hambatan perdagangan, menurut seorang ekonom terkemuka.Warwick McKibbin, direktur Pusat Analisis Makroekonomi Terapan di Universitas Nasional Australia, pada Senin (7/7) mengatakan bahwa Australia "mungkin berada di posisi terbaik" di antara negara-negara lain untuk menangani dampak ekonomi negatif dari penerapan tarif secara luas oleh Presiden AS Donald Trump.Dalam Konferensi Ekonom Australia, McKibbin mengatakan Australia seharusnya melihat rencana Trump untuk memberlakukan tarif lanjutan mulai 1 Agustus sebagai peluang untuk memperluas perdagangan dengan negara-negara lain.Kita harus melakukan negosiasi perdagangan. Kita harus mengurangi hambatan yang mempersulit perdagangan," kata McKibbin.Menyusul pengumuman tarif pertama Trump pada April, pemerintah federal Australia memulai kembali negosiasi dengan Uni Eropa (UE) mengenai perjanjian perdagangan bebas.Pembicaraan sebelumnya gagal pada 2023 karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan mengenai akses produk pertanian Australia ke pasar UE.Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell pada Juni lalu mengatakan dirinya optimistis bahwa negara-negara yang percaya pada perdagangan yang bebas dan adil dapat mencapai kesepakatan untuk memperluas perjanjian perdagangan bebas guna memastikan keberagaman mitra dagang yang lebih besar, terlepas dari "apa yang mungkin dilakukan" oleh AS.Sebuah tinjauan tahunan tentang perdagangan yang diterbitkan pada Selasa (8/7) oleh Komisi Produktivitas, badan penasihat ekonomi utama pemerintah federal, menemukan bahwa menghapus hambatan perdagangan Australia yang masih berlaku dapat menghemat biaya kepatuhan bagi bisnis sebesar 4 miliar dolar Australia atau setara 2,5 miliar dolar AS setiap tahunnya.*1 dolar Australia = 10.561 rupiah**1 dolar AS = 16.237 rupiah"Menghapus tarif Australia yang masih berlaku akan memaksimalkan keuntungan bagi produksi Australia dari negara lain yang menerapkan tarif," katanya.Laporan tersebut menemukan bahwa dampak global dari tarif AS dapat mendorong peningkatan 0,37 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Australia, namun memperingatkan bahwa keuntungannya kecil jika dibandingkan dengan harga yang harus dibayar sehubungan dengan ketidakpastian ekonomi yang semakin meningkat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak jatuh, pembicaraan kenaikan suku bunga Fed cemaskan investor
Indonesia
•
25 Jan 2022

Ekspor kopi Kenya capai 47.861 ton pada 2023
Indonesia
•
28 Feb 2024

Terminal logistik berteknologi 5G pertama Eropa dibuka di Hongaria
Indonesia
•
20 Oct 2022

Badai hentikan produksi kuarsa murni AS, ancam rantai pasokan teknologi global
Indonesia
•
05 Oct 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
