
Peneliti temukan deformasi lidah es Antarktika yang dipicu tsunami vulkanik Tonga

Foto yang diabadikan pada 19 Januari 2022 ini memperlihatkan resor pantai yang dihantam tsunami di pinggiran Nuku'alofa, ibu kota Tonga. (Xinhua/Resor Pantai Ha'atafu)
Deformasi lidah es Antarktika yang dipicu tsunami vulkanik Tonga pada 15 Januari 2022 menyiratkan stabilitas lapisan es di Antarktika dapat dipengaruhi oleh peristiwa ekstrem di luar daerah kutub.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China mengungkapkan bahwa tsunami yang dipicu oleh letusan gunung berapi Hunga Tonga tahun lalu menyebabkan deformasi lidah es Antarktika dengan runtuhnya bagian depan lidah es Drigalski di Antarktika, menurut sebuah artikel penelitian baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Science Bulletin.Letusan dahsyat itu terjadi pada 15 Januari 2022. Tsunami yang menerjang setelahnya, yang dipicu oleh letusan gunung berapi tersebut, menempuh jarak lebih dari 6.000 km sebelum menghantam pesisir Victoria Land, Antarktika, kata artikel itu.Kurang dari dua jam setelah tsunami melanda, sebuah retakan muncul di bagian depan lidah es. Citra penginderaan jauh berikutnya menunjukkan bahwa gunung es berukuran sekitar 45 kilometer persegi itu tampaknya telah terlepas dari bagian depan lidah es.Studi sebelumnya tentang dampak letusan gunung berapi berfokus pada gangguan atmosferik, sementara para peneliti meyakini bahwa dampaknya bisa jauh melampaui itu.Bagian lidah es Drigalski memiliki panjang 140 km, dengan ketebalan antara 300 hingga 700 meter, menurut para peneliti dari Fakultas Teknik dan Ilmu Geospasial, Universitas Sun Yat-sen. Lidah es tersebut mengalami dua peristiwa pemisahan besar dalam 70 tahun terakhir.Studi ini memberikan bukti pengamatan secara detail dan mengonfirmasi hubungan antara tsunami dan terbelahnya gunung es, kata Cheng Xiao, profesor di Fakultas Teknik dan Ilmu Geospasial. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa penelitian tersebut menyiratkan stabilitas lapisan es di Antarktika dapat dipengaruhi oleh peristiwa ekstrem di luar daerah kutub.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sederet indikator perubahan iklim pecahkan rekor, WMO keluarkan peringatan merah
Indonesia
•
21 Mar 2024

Gua-gua China yang terdaftar di UNESCO adopsi jaringan pemantauan gempa canggih
Indonesia
•
19 May 2025

China luncurkan satelit baru dengan cetak rekor efisiensi peluncuran
Indonesia
•
09 Sep 2023

Penelitian: Bermain gim lebih dari 10 jam per pekan ganggu pola makan dan tidur anak muda
Indonesia
•
15 Jan 2026


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
