Sebuah planet kecil dinamai atas ilmuwan medis terkemuka China, Zhong Nanshan

Zhong Nanshan menghadiri sebuah konferensi pers tentang upaya pencegahan dan pengendalian epidemi di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 18 Maret 2020. (Xinhua/Lu Hanxin)
Sebuah planet kecil dinamai menurut nama seorang ilmuwan medis China, Zhong Nanshan, sebagai penghargaan atas kontribusi sang ilmuwan terhadap ilmu pengetahuan.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam sebuah upacara yang diadakan pada Jumat (11/10) di Provinsi Guangdong, China selatan, sebuah planet kecil dinamai menurut nama seorang ilmuwan medis China, Zhong Nanshan, sebagai penghargaan atas kontribusi sang ilmuwan terhadap ilmu pengetahuan.Planet kecil tersebut, yang berkode 325136, pertama kali ditemukan pada 2008 oleh Purple Mountain Observatory, yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China. Planet tersebut memiliki eksentrisitas orbit 0,199, inklinasi orbit 13,159 derajat, dan diameter sumbu semimayor orbit sebesar 2,541 unit astronomi. Jarak rata-rata planet kecil itu ke Matahari adalah 373 juta kilometer, dan dibutuhkan waktu 4,05 tahun bagi planet tersebut untuk mengitari Matahari.Zhao Changyin, kepala Purple Mountain Observatory, menyampaikan pernyataan yang dirilis oleh Minor Planet Center, yang berada di bawah naungan International Astronomical Union, kepada Zhong Nanshan dalam upacara pemberian nama planet tersebut yang diadakan di Zona Kerja Sama Mendalam Guangdong-Makau di Hengqin, Kota Zhuhai.Sejumlah penerapan ilmu kedokteran dalam keadaan darurat kesehatan masyarakat telah membuktikan bahwa penelitian ilmiah merupakan senjata paling ampuh yang dapat kita andalkan untuk melindungi kesehatan manusia dalam menghadapi ketidakpastian, ujar Zhong, seraya menambahkan bahwa pemberian nama tersebut bukan hanya pencapaian pribadinya, tetapi juga merupakan penghargaan dan pengakuan atas kerja tim.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Museum yang pamerkan mural berusia 1.500 tahun dibuka di China
Indonesia
•
22 Dec 2023

Satelit Fengyun-4B China ambil alih misi Fengyun-4A
Indonesia
•
08 Mar 2024

Paus pilot bersirip pendek dilepasliarkan di China selatan
Indonesia
•
27 May 2024

Huawei luncurkan ekosistem perangkat lunak cip berbasis ‘Open-Source’
Indonesia
•
08 Aug 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026

Astronom di Australia identifikasi kandidat planet mirip Bumi yang layak huni
Indonesia
•
28 Jan 2026
