Demi Visi 2030, Arab Saudi siapkan ratusan proyek triliunan rupiah buat investor swasta

Seorang pria berinteraksi dengan seekor burung alap-alap atau 'falcon' dalam Saudi International Falcons and Hunting Exhibition 2025 di Riyadh, Arab Saudi, pada 6 Oktober 2025. (Xinhua/Wang Haizhou)

Strategi privatisasi Arab Saudi bertujuan untuk memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan, memungkinkan pemerintah untuk fokus pada peran legislatif, pengawasan, dan regulasi, serta meningkatkan keberlanjutan fiskal, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030 (Saudi Vision 2030).

 

Riyadh, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Arab Saudi mulai mengimplementasikan Strategi Privatisasi Nasional (National Privatization Strategy) setelah mendapat persetujuan dari Kabinet, demikian disampaikan Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan pada Kamis (29/1).

Menteri itu menyebutkan bahwa strategi privatisasi bertujuan untuk memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan berkelanjutan, memungkinkan pemerintah untuk fokus pada peran legislatif, pengawasan, dan regulasi, serta meningkatkan keberlanjutan fiskal, sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030 (Saudi Vision 2030).

Dalam proses implementasinya, negara kerajaan itu menargetkan penandatanganan lebih dari 220 kontrak kemitraan publik-swasta dan meningkatkan investasi modal sektor swasta menjadi lebih dari 64 miliar dolar AS (sekitar 1.074 triliun rupiah) per 2030.

*1 dolar AS = 16.786 rupiah

Strategi tersebut juga bertujuan untuk membangun infrastruktur berkualitas tinggi dan efisien yang siap menghadapi masa depan serta meningkatkan layanan publik yang diberikan kepada penduduk negara kerajaan tersebut, tambah Al-Jadaan.

Dia mengatakan bahwa strategi itu telah mendapat persetujuan Kabinet pada November 2025.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait