
Desain kontrol termal pastikan taikonaut tetap nyaman di stasiun luar angkasa

Gambar hasil tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 25 Juli 2022 ini menunjukkan astronaut Shenzhou-14 Chen Dong di modul laboratorium Wentian. (Xinhua/Guo Zhongzheng)
Lapisan kontrol termal di stasiun luar angkasa China Tiangong melakukan pekerjaan ganda, yaitu menyediakan penyerapan sinar matahari yang rendah untuk membantu mengurangi efek matahari pada suhu interekspeior pesawat luar angkasa dan menyediakan pancaran inframerah rendah untuk memblokir pelepasan panas dari sumber internal.
Beijing, China (Xinhua) – Bagi para taikonaut, tetap merasa sejuk dan nyaman di stasiun luar angkasa China Tiangong bukanlah masalah.Stasiun itu mengorbit Bumi dalam waktu sekitar 90 menit pada ketinggian 400 kilometer. Tiangong mengalami fluktuasi suhu yang drastis, mulai dari 150 derajat Celsius saat stasiun itu terkena sinar matahari hingga minus 100 derajat Celsius saat berada di sisi malam planet ini. Jadi, bagaimana caranya melindungi para penghuni stasiun itu dari panas dan dingin yang ekstrem selama enam bulan mereka tinggal di orbit? Jawabannya terletak pada beberapa desain kontrol termal milik Akademi Teknologi Antariksa China (China Academy of Space Technology/CAST).Loop cairan, dengan cairan tertentu yang bersirkulasi melalui pipa-pipanya, adalah komponen kunci dari sistem kontrol termal stasiun itu."Sama seperti pembuluh darah pada tubuh manusia, pipa loop berjalan di seluruh modul stasiun itu," kata Huang Lei, wakil kepala perancang sistem termal tersebut. "Mereka menjaga keseimbangan suhu dengan menghilangkan panas dari bagian yang cenderung terlalu panas dan menambahkan panas ke komponen lain yang cenderung menjadi dingin."Perangkat keras dalam modul laboratorium Wentian, yang sejauh ini merupakan komponen terbesar dan terberat dari stasiun luar angkasa China itu, juga menghasilkan panas yang cukup besar.Tim Huang mengembangkan tiga set sistem pendingin cair yang dapat mengumpulkan dan memancarkan panas berlebih ini ke luar angkasa. Salah satunya dirancang khusus untuk muatan eksperimen di luar laboratorium, dan memiliki bobot yang lebih ringan daripada yang digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), imbuh sang peneliti.
Kapsul pembawa pulang (return capsule) dari pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-13 sukses mendarat di lokasi pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 16 April 2022. (Xinhua/Ren Junchuan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kebun raya nasional China akan dirikan lab perlindungan tanaman 'ex-situ'
Indonesia
•
19 Jul 2023

Fregat Rusia yang dipersenjatai rudal hipersonik memulai tugas tempur
Indonesia
•
05 Jan 2023

Tim ilmuwan berhasil identifikasi enam genus baru bakteri Antarktika
Indonesia
•
10 Mar 2025

COVID-19 – Pusat penelitian Rusia temukan lebih 15 senyawa untuk obat
Indonesia
•
12 Nov 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
