
Myanmar beri grasi pada 7.000 lebih napi dan pangkas masa hukuman Aung San Suu Kyi

Sejumlah narapidana yang telah diberikan grasi meninggalkan Penjara Insein di Yangon, Myanmar, pada 1 Agustus 2023. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Dewan Administrasi Negara Myanmar pada Selasa (1/8) memberikan grasi kepada lebih dari 7.000 narapidana (napi) dan memangkas masa hukuman mantan penasihat negara Aung San Suu Kyi dan mantan presiden U Win Myint.
Yangon, Myanmar (Xinhua) – Dewan Administrasi Negara Myanmar pada Selasa (1/8) memberikan grasi kepada lebih dari 7.000 narapidana (napi) dan memangkas masa hukuman mantan penasihat negara Aung San Suu Kyi dan mantan presiden U Win Myint, demikian menurut surat perintah dewan tersebut.Masa hukuman selama enam tahun untuk Suu Kyi dan masa hukuman selama empat tahun untuk U Win Myint juga dipangkas, ujar dewan itu.Dewan tersebut juga memberi grasi kepada 7.749 napi Myanmar dan 125 napi asing, serta meringankan hukuman mati bagi beberapa napi menjadi penjara seumur hidup, menurut surat petintah tersebut.Selain itu, Dewan Administrasi Negara Myanmar juga memberikan grasi kepada 22 anggota kelompok bersenjata etnis dan juga membatalkan kasus-kasus yang terkait dengan 72 individu yang memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata etnis, ungkap pihak dewan.Langkah yang dilakukan pada Hari Dhammacakka, hari penting umat Buddha yang jatuh pada hari bulan purnama di bulan Waso dalam kalender lunar Myanmar, tersebut bertujuan untuk menyenangkan masyarakat di bidang kemanusiaan, kata dewan tersebut. Mereka menambahkan bahwa grasi diberikan dengan mempertimbangkan persatuan etnis dan perdamaian internal serta mempertimbangkan hubungan antara masing-masing negara dan Myanmar.Pada 3 Mei lalu, Myanmar juga memberikan grasi kepada 2.000 lebih napi dalam bentuk amnesti untuk memperingati Hari Raya Waisak.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak AS hentikan interaksi resmi dengan Taiwan
Indonesia
•
28 Jun 2022

Haji1443 – Arab Saudi layani 300 jamaah difabel
Indonesia
•
07 Jul 2022

Menlu China bertemu Menlu Singapura di Beijing
Indonesia
•
21 Feb 2023

Hakim AS rilis surat bunuh diri yang diduga milik Epstein
Indonesia
•
07 May 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
