
Iran akan dikeluarkan dari badan perempuan PBB

Seorang anak perempuan memegang bendera nasional Iran dalam upacara peringatan kemenangan Revolusi Islam 1979 di Mausoleum Khomeini di pinggiran Teheran, Iran, pada 1 Februari 2020. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Dewan Ekonomi dan Sosial PBB yang beranggotakan 54 orang akan memberikan suara pada resolusi yang dirancang AS untuk "menghapus dengan segera Republik Islam Iran dari Komisi Status Perempuan untuk sisa masa jabatan 2022-2026."
Jakarta (Indonesia Window) – Iran tampaknya akan dikeluarkan dari badan perempuan PBB pada Rabu, karena kebijakan yang bertentangan dengan hak-hak perempuan dan anak perempuan, tetapi beberapa negara diperkirakan akan abstain dari pemungutan suara yang diminta oleh Amerika Serikat (AS), kata para diplomat.Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (United Nations Economic and Social Council/ECOSOC) yang beranggotakan 54 orang akan memberikan suara pada resolusi yang dirancang AS untuk "menghapus dengan segera Republik Islam Iran dari Komisi Status Perempuan untuk sisa masa jabatan 2022-2026."Komisi Status Perempuan yang beranggotakan 45 orang bertemu setiap tahun setiap bulan Maret dengan tujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa mereka "secara konsisten melihat dukungan yang meningkat" untuk menyingkirkan Iran.Iran, 17 negara lain dan Palestina berpendapat dalam sebuah surat kepada ECOSOC pada Senin (12/12) bahwa pemungutan suara “tidak diragukan lagi akan menciptakan preseden yang tidak diinginkan yang pada akhirnya akan mencegah negara-negara anggota lainnya dengan budaya, kebiasaan dan tradisi yang berbeda, untuk berkontribusi pada komisi-komisi lain yang sejenis.”Surat itu mendesak para anggota untuk memberikan suara menentang langkah AS guna menghindari “tren baru untuk mengeluarkan negara-negara yang berdaulat dan dipilih secara sah dari badan mana pun dalam sistem internasional, jika dianggap tidak nyaman, sementara pihak mayoritas tidak bisa langsung memaksakan manuver semacam itu.”Hanya lima penandatangan surat yang saat ini menjadi anggota ECOSOC dan dapat memberikan suara pada Rabu.Republik Islam pada hari Senin (12/12) menggantung seorang pria di depan umum yang menurut media pemerintah telah dihukum karena membunuh dua anggota pasukan keamanan. Ini menjadi eksekusi kedua dalam waktu kurang dari sepekan terhadap orang-orang yang terlibat dalam protes terhadap teokrasi yang berkuasa di Iran.Kerusuhan nasional meletus tiga bulan lalu setelah Mahsa Amini (22), seorang wanita Kurdi Iran, meninggal dalam penahanan setelah ditangkap oleh polisi moralitas yang menegakkan undang-undang kode pakaian wajib di Iran.Demonstrasi telah berubah menjadi pemberontakan massal oleh warga dari semua lapisan masyarakat yang marah, yang merupakan salah satu tantangan legitimasi paling signifikan bagi elit ulama Syiah sejak Revolusi Islam 1979.Iran menyalahkan musuh asingnya dan agen mereka atas kerusuhan itu.Dewan Hak Asasi PBB yang bermarkas di Jenewa, Swiss, bulan lalu memilih untuk mengadakan penyelidikan independen atas penindasan mematikan terhadap protes di Iran. Teheran menuduh negara-negara Barat menggunakan Dewan HAM PBB untuk menargetkan Iran dalam langkah yang "mengerikan dan memalukan".Sumber: Reuters; Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Internet dorong pertukaran dan pembelajaran bersama antarperadaban
Indonesia
•
24 Jul 2023

60 miliar meter kubik air dari selatan dialihkan ke daerah utara yang kering di China
Indonesia
•
06 Feb 2023

Remaja di China dihukum penjara seumur hidup buntut bunuh teman sekelas
Indonesia
•
31 Dec 2024

Feature – Para penyintas Gaza hadapi jalan panjang untuk pulih dari luka psikologis
Indonesia
•
04 Nov 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
