KTT G7 diawali dengan munculnya perbedaan pandangan di antara para pemimpin

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kanan) di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 6 Mei 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Donald Trump tidak berniat untuk menandatangani sebuah pernyataan gabungan yang menyerukan deeskalasi antara Israel dan Iran.
Calgary, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Para pemimpin Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) pada Senin (16/6) melangsungkan pertemuan di hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung selama dua hari di Kananaskis, Provinsi Alberta, Kanada, yang langsung diwarnai oleh munculnya sejumlah perbedaan pandangan.Menurut CNN, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak berniat untuk menandatangani sebuah pernyataan gabungan yang menyerukan deeskalasi antara Israel dan Iran.Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa mengadakan sebuah konferensi pers pada Ahad (15/6) malam waktu setempat yang mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer juga berharap dapat merampungkan sebuah konsensus di antara para pemimpin mengenai situasi di Timur Tengah.Menurut laporan itu, keputusan Trump untuk tidak menandatangani pernyataan tersebut menimbulkan perpecahan dengan para mitra setaranya, meskipun seorang pejabat senior Kanada mengatakan bahwa para pemimpin Eropa masih terus berusaha agar konsensus dapat tercapai.Sementara itu, isu-isu perdagangan akan menjadi topik utama dalam pembahasan dengan Trump, dan para pengamat tengah mencermati apakah dia akan melunakkan keputusannya.Setelah bertemu dengan PM Kanada Mark Carney, Trump ditanya apa yang menjadi kendala dalam mencapai kesepakatan perdagangan dan keamanan dengan Kanada. Dia menjawab bahwa ini bukan masalah kesepakatan yang terhambat, melainkan karena adanya "konsep yang berbeda."Saya memiliki konsep tarif dan Mark memiliki konsep yang berbeda," ujar Trump. "Kita akan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan hari ini.""Saya rasa Mark memiliki ide yang lebih kompleks, tetapi juga sangat bagus. Kami akan meninjau keduanya dan kita akan lihat apa yang akan kami lakukan," ujar Trump.Trump juga menyebut bahwa keputusan mengeluarkan Rusia dari meja pertemuan Kelompok Delapan (Group of Eight/G8) merupakan sebuah kesalahan, sehingga membuat kelompok tersebut menjadi G7 seperti saat ini. Dia menambahkan bahwa perang di Ukraina tidak akan terjadi jika Rusia tidak dikeluarkan dari kelompok itu.Pada Ahad (15/6), KTT G7 mengumumkan agenda yang lebih singkat, dengan fokus utama pada diskusi tentang keamanan energi dan ekonomi global.Semula dijadwalkan dimulai pada akhir pekan, pertemuan tersebut dipersingkat menjadi dua hari dan secara resmi dimulai pada Senin.G7 merupakan blok informal yang terdiri dari tujuh negara maju di dunia, yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, AS, serta Uni Eropa.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Rusia kritik keras reaksi berlebihan AS terkait balon udara China
Indonesia
•
08 Feb 2023

Penasihat khusus dapatkan surat perintah penggeledahan akun Twitter Donald Trump
Indonesia
•
11 Aug 2023

Arab Saudi-Pakistan latihan gabungan Naseem Al-Bahr 13
Indonesia
•
03 Oct 2021

Menhan Turkiye sebut negaranya tidak akan transfer sistem rudal S-400 ke negara lain
Indonesia
•
05 May 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
