
Dua satelit meteorologi China resmi beroperasi

Sebuah roket pengangkut Long March-2D yang mengangkut satelit Yunhai-1 03 meluncur dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 21 September 2022. (Xinhua/Zheng Weijie)
Dua satelit meteorologi, Fengyun-3E (FY-3E) dan Fengyun-4B (FY-4B), beserta sistem aplikasi daratnya, secara resmi mulai beroperasi, dan akan menyediakan layanan data observasi dan aplikasi kepada para pengguna global.
Beijing, China (Xinhua) – Dua satelit meteorologi, beserta sistem aplikasi daratnya, secara resmi mulai beroperasi, seperti dikatakan Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA) pada Kamis (1/12).Uji coba operasional dua satelit itu, Fengyun-3E (FY-3E) dan Fengyun-4B (FY-4B), dimulai pada Juni tahun ini. Keduanya akan menyediakan layanan data observasi dan aplikasi kepada para pengguna global.FY-3E, yang diluncurkan pada 5 Juli 2021, adalah satelit meteorologi pertama di dunia yang berada di orbit ‘dini hari’ (early morning orbit) untuk menyediakan layanan sipil.Operasi uji coba menunjukkan bahwa satelit itu memperbaiki deviasi prakiraan, memperkuat interaksi antara observasi dan prakiraan, serta meningkatkan akurasi prediksi jalur. Asimilasi datanya meningkatkan kemampuan prakiraan curah hujan dari sistem prediksi numerik.FY-3E akan berjejaring dengan FY-3C dan FY-3D untuk menyediakan cakupan global data observasi setiap enam jam, meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu prakiraan cuaca.Sementara FY-4B, yang diluncurkan pada 3 Juni 2021, adalah satelit meteorologi generasi baru pertama China yang berada di orbit geostasioner. Selama operasi uji coba, satelit itu menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam pengamatan curah hujan, konveksi parah, dan angin topan.Satelit ini akan berjejaring dengan FY-4A untuk memenuhi kebutuhan pemantauan dan prakiraan meteorologi, pencegahan bencana, serta mitigasi untuk China dan negara-negara di sepanjang Sabuk dan Jalur Sutra.Sejauh ini, China meluncurkan total 19 satelit meteorologi Fengyun, dengan tujuh di antaranya saat ini berada di orbit. Satelit-satelit tersebut menyediakan produk dan layanan data ke 124 negara dan kawasan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan wujudkan komunikasi kuantum yang aman berjarak 10.000 km pertama di dunia
Indonesia
•
20 Mar 2025

Bawang putih bisa tekan emisi metan ternak, dorong peternakan rendah karbon
Indonesia
•
20 Apr 2026

Peneliti China integrasikan fisika dan AI untuk tingkatkan akurasi prakiraan curah hujan
Indonesia
•
11 Mar 2024

Kota Shenzhen di China miliki lebih banyak ‘supercharger’ daripada SPBU
Indonesia
•
08 May 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
