
El Nino makin menggila! Fluktuasi suhu Pasifik kini 36 persen lebih kuat

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Tongariro di Selandia Baru pada 9 November 2025. (Xinhua/Departemen Pemadam Kebakaran dan Kedaruratan Selandia Baru)
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Fluktuasi suhu di Samudra Pasifik yang berkaitan dengan El Nino kini lebih kuat dibandingkan kapan pun selama periode praindustri dalam catatan iklim sekitar 1.000 tahun, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan pada Kamis (27/8) di jurnal Science.
Temuan tersebut menambah bukti bahwa pemanasan global mungkin mengubah El Nino Osilasi Selatan (El Nino Southern Oscillation/ENSO), sebuah siklus iklim alami yang memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia.
Studi tersebut menemukan bahwa variabilitas ENSO dalam beberapa dekade terakhir lebih tinggi 36 persen dibandingkan pada periode praindustri, dengan peningkatan tertinggi terjadi dalam kurun waktu sekitar 40 tahun terakhir.
ENSO mencakup fase hangat El Nino dan fase dingin La Nina. Keduanya dapat menggeser pola curah hujan dan suhu jauh di luar kawasan Pasifik, sehingga memengaruhi kekeringan, banjir, dan pertanian di berbagai belahan dunia, ungkap studi tersebut.
Peningkatan yang terjadi baru-baru ini sebagian besar didorong oleh fenomena El Nino yang lebih sering dan lebih kuat. Perubahan tersebut juga sejalan dengan kenaikan suhu global, imbuh studi tersebut.
Temuan ini muncul ketika fenomena El Nino baru mulai berkembang di wilayah tropis Samudra Pasifik.
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat pada 13 Agustus menyatakan bahwa El Nino kian menguat, dengan potensi lebih dari 90 persen terjadinya fenomena yang sangat kuat selama musim gugur dan musim dingin 2026-2027 di Belahan Bumi Utara.
Studi baru yang diterbitkan di jurnal Science tersebut tidak mengindikasikan bahwa setiap El Nino di masa depan akan menjadi lebih kuat.
Namun, studi itu menyebutkan bahwa variabilitas ENSO di Pasifik timur dalam beberapa waktu terakhir telah melampaui kisaran yang tercatat pada abad-abad praindustri yang tercakup dalam catatan koral.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

'Bahan Kimia Abadi’ berbahaya ditemukan dalam air minum di Jerman
Indonesia
•
06 Nov 2025

Pembangunan Core Array teleskop FAST milik China dimulai
Indonesia
•
26 Sep 2024

AS alami musim panas terpanas keempat dalam sejarah
Indonesia
•
12 Sep 2024

Ribuan perkakas batu dari Periode Paleolitikum ditemukan di China barat laut
Indonesia
•
17 Mar 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
