
Ericsson dan Nokia hentikan operasi di Rusia secara bertahap hingga akhir tahun

Kantor cabang Nokia di Budapest, Hongaria. (M. Rennim on Unsplash)
Ericsson telah menangguhkan bisnisnya di Rusia tanpa batas pada April tahun ini, Nokia melangkah lebih jauh dan mengatakan akan keluar dari negara itu sepenuhnya.
Jakarta (Indonesia Window) – Ericsson mengatakan pada Senin (29/8) bahwa mereka akan secara bertahap menghentikan kegiatan bisnis di Rusia selama beberapa bulan mendatang, sementara saingannya dari Finlandia, Nokia, mengatakan pihaknya juga berencana untuk menutup sebagian besar bisnisnya di Rusia pada akhir tahun.Sementara Ericsson telah menangguhkan bisnisnya di Rusia tanpa batas pada April tahun ini, Nokia melangkah lebih jauh dan mengatakan akan keluar dari negara itu sepenuhnya.“Pada akhir tahun, sebagian besar karyawan kami di Rusia akan pindah dari Nokia, dan kami telah mengosongkan semua kantor kami,” kata juru bicara Nokia, Senin (29/8). “Kami akan mempertahankan kehadiran secara resmi di negara ini sampai penutupan hukum selesai.”Semakin banyak perusahaan Barat yang menjual bisnis Rusia mereka setelah mengumumkan penangguhan operasi dalam beberapa pekan setelah Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.Dell Technologies Inc. mengatakan pada Sabtu (27/8) bahwa mereka telah menghentikan semua operasi di Rusia setelah menutup kantornya pada pertengahan Agustus lalu.Ericsson, yang telah menempatkan karyawannya pada status cuti berbayar awal tahun ini, juga mencatat provisi 900 juta crown (sekira 95 juta dolar AS) pada kuartal pertama untuk penurunan nilai aset dan biaya luar biasa lainnya yang terkait dengan pemindahan tersebut.Perusahaan jaringan dan telekomunikasi multinasional Swedia yang berkantor pusat di Stockholm dan memiliki sekitar 400 karyawan di Rusia ini mengatakan akan memberikan dukungan keuangan kepada mereka yang terkena dampak.Sementara itu, Nokia (perusahaan telekomunikasi multinasional Finlandia) yang memiliki sekitar 2.000 karyawan di Rusia, mengatakan aktivitasnya yang tersisa di negara itu hanyalah yang terkait dengan pemeliharaan jaringan penting untuk memenuhi kewajiban kontrak dan kemanusiaannya.Ketika Ericsson dan Nokia sepenuhnya keluar dari Rusia, operator seluler negara itu, MTS dan Tele2, akan menjadi lebih bergantung pada perusahaan China seperti Huawei dan ZTE.MTS menolak berkomentar. Tele2 tidak segera menanggapi permintaan komentar.Harian Rusia Kommersant pertama kali melaporkan keluarnya Ericsson dan mengatakan beberapa staf pendukungnya akan pindah ke perusahaan baru yang akan didirikan oleh manajer puncak di Rusia. Namun, Ericsson tidak mengomentari perusahaan baru tersebut.Sumber: ReutersLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Permintaan global dongkrak batu bara acuan Februari jadi 188,38 dolar AS per ton
Indonesia
•
08 Feb 2022

Festival belanja 11.11 buktikan kuatnya pemulihan konsumsi di China
Indonesia
•
14 Nov 2023

Badan Energi Internasional luncurkan “World Energy Investment” 2020 khusus Indonesia
Indonesia
•
04 Aug 2020

PBB sebut pasar komoditas pangan utama mungkin membaik pada 2022-2023
Indonesia
•
12 Nov 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
