
Fosil Angiospermae dari periode Jura Tengah ditemukan di China barat laut

Foto yang diabadikan pada 20 Maret 2023 ini menunjukkan bunga amur adonis yang sedang mekar di taman hutan nasional Jingyuetan di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua/Xu Chang)
Fosil angiospermae dari periode Jura Tengah di China barat laut merupakan infructescence (ensambel buah) dengan buah samaroid yang memanjang atau berbentuk segitiga dengan tepi bundar, masing-masing dengan satu bakal buah bitegmik anatropus basal tunggal, yang merupakan ciri-ciri utama dari genus tanaman bunga penghasil biji ini.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti China menemukan fosil angiospermae dari periode Jura Tengah di China barat laut, menurut Institut Geologi dan Palaentologi Nanjing (Nanjing Institute of Geology and Palaeontology/NIGP) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.Para peneliti melakukan pemeriksaan Micro-CT pada fosil tanaman itu dan menemukan bahwa spesimen tersebut merupakan infructescence (ensambel buah) dengan buah samaroid yang memanjang atau berbentuk segitiga dengan tepi bundar, masing-masing dengan satu bakal buah bitegmik anatropus basal tunggal, yang merupakan ciri-ciri utama angiospermae."Ini merupakan catatan fosil paling awal dari angiospermae di China barat laut, yang membantu kami memahami lebih jauh asal-usul dan sejarah evolusi awal angiospermae," kata Wang Xin, seorang peneliti dari NIGP.Penemuan tersebut tidak hanya mengungkap keberadaan angiospermae di periode Jura, tetapi juga menunjukkan bahwa angiospermae kemungkinan berkembang di periode Jura, mengingat melimpahnya fosil genus tersebut di lapisan yang diteliti, papar penelitian itu.Fosil-fosil tersebut berasal dari provinsi Qinghai dan Gansu serta Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia di China barat laut, dan dinamai Qingganninginfructus formosa oleh para peneliti.Studi yang diterbitkan dalam jurnal Life itu merupakan hasil penelitian para peneliti dari Fakultas Ilmu Bumi Universitas Lanzhou, NIGP, Museum Geologi Ningxia, dan Departemen Geologi Universitas Northwest.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Otot yang lemah bisa tingkatkan risiko diabetes hingga 3,5 kali lipat
Indonesia
•
16 Jul 2026

China sukses luncurkan satelit relai Queqiao-2 untuk eksplorasi Bulan di masa depan
Indonesia
•
13 Apr 2024

Fosil telur dinosaurus ditemukan di Fujian, China timur
Indonesia
•
21 May 2023

Tulang ular prasejarah ditemukan di China selatan
Indonesia
•
05 Apr 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
