
Media: Long COVID buat jutaan warga AS kehilangan kesempatan untuk lanjutkan karier

Seorang pelancong berjalan melewati pintu masuk di Bandar Udara Nasional Ronald Reagan Washington di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 14 April 2022. (Xinhua/Ting Shen)
Gejala Long COVID yang muncul adalah rasa tidak enak badan setelah beraktivitas, yang dapat memburuk setelah hanya melakukan aktivitas fisik atau mental yang ringan.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Long COVID atau COVID-19 berkepanjangan telah "mendorong" sekitar satu juta warga Amerika Serikat (AS) keluar dari angkatan kerja, ungkap The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (26/8) mengutip para ekonom, yang mengatakan bahwa lebih dari 5 persen orang dewasa di AS menderita Long COVID-19, yang paling banyak terjadi di kalangan warga AS yang sedang dalam masa produktif."Belum pernah ada begitu banyak warga AS yang menata ulang hubungan mereka dengan pekerjaan sebagai akibat dari satu krisis kesehatan masyarakat," kata laporan tersebut. "Lebih dari empat tahun setelah pandemi dimulai, sebagian orang masih memikirkan bagaimana mereka dapat menyeimbangkan mata pencarian dan kehidupan mereka dengan Long COVID, kondisi kronis yang masih berusaha dipahami oleh para dokter."Orang-orang yang berada di puncak karier di bidang keuangan, teknologi, dan perawatan kesehatan beroperasi tanpa kejelasan tentang kapan, atau apakah, mereka dapat melanjutkan karier yang pernah mereka jalani sebelumnya, sebut laporan itu, seraya menambahkan bahwa sekitar 3,6 juta orang melaporkan telah secara signifikan mengubah aktivitas mereka karena penyakit tersebut dalam sebuah survei yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS baru-baru ini.Long COVID merupakan kondisi kronis dengan gejala yang berlangsung setidaknya tiga bulan setelah infeksi COVID, menurut CDC. Kondisi kronis tersebut dapat mencakup sejumlah gejala mulai dari kelelahan, perubahan memori, sesak napas, dan kesulitan berkonsentrasi.Selain itu, Long COVID dapat membuat tugas-tugas sederhana seperti membalas sebuah surel menjadi sulit, ujar orang-orang yang mengalami kondisi tersebut. Mereka kesulitan untuk memilih kata yang tepat atau mengelola stres. Salah satu gejala yang muncul adalah rasa tidak enak badan setelah beraktivitas, yang dapat memburuk setelah hanya melakukan aktivitas fisik atau mental yang ringan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi wajibkan vaksin bagi petugas kesehatan haji
Indonesia
•
04 Mar 2021

Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson tak lagi tersedia di AS
Indonesia
•
16 May 2023

COVID-19 - Dubai jadi pusat kemanusiaan dunia selama pandemik
Indonesia
•
30 Jun 2020

Usai cedera dan pensiun, duo seluncur indah China Sui/Han duduki posisi ke-5 di Milan-Cortina 2026
Indonesia
•
18 Feb 2026


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
