
Palang Merah Internasional puji media China dalam promosikan kemanusiaan internasional

Sebuah truk berisi bantuan kemanusiaan memasuki sisi perlintasan Rafah yang berada di wilayah Gaza pada 24 November 2023. Gencatan senjata kemanusiaan sementara pertama antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Jumat (24/11) pukul 07.00 waktu setempat (pukul 12.00 WIB) di Jalur Gaza. Sekitar 200 truk, yang membawa makanan, obat-obatan, dan air, dapat masuk setiap harinya untuk kali pertama sejak meletusnya perang pada 7 Oktober, ungkap Diaa Rashwan, ketua Layanan Informasi Negara (State Informa...
Liputan media massa dapat memengaruhi seberapa besar atensi yang diberikan para pemimpin dunia terhadap krisis kemanusiaan dan seberapa besar dana kemanusiaan yang disediakan.
Beijing, China (Xinhua) – Media China telah memainkan peranan penting dalam mempromosikan pengembangan tujuan kemanusiaan internasional dan penerapan hukum kemanusiaan, kata Najum Iqbal, Kepala Komunikasi Delegasi Regional untuk Asia Timur Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC).Iqbal menuturkan kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif pada Senin (27/11) bahwa ICRC mengharapkan kerja sama yang lebih erat dengan media China untuk bersama-sama berkontribusi bagi perdamaian, pembangunan, dan kemajuan dunia.Jurnalis dapat dijumpai di negara-negara dan kawasan yang dilanda konflik, kata Iqbal, seraya menambahkan bahwa liputan media massa dapat memengaruhi seberapa besar atensi yang diberikan para pemimpin dunia terhadap krisis kemanusiaan dan seberapa besar dana kemanusiaan yang disediakan. Suara media sangat penting, dan tentu saja media memikul tanggung jawab yang penting, katanya.Berbicara soal kerja sama ekstensif antara ICRC dan media China selama bertahun-tahun, Iqbal menuturkan bahwa ketertarikan dan semangat media China dalam melaporkan isu-isu kemanusiaan internasional terus meningkat."Bagi media China, audiens Anda bukan hanya 1,4 miliar lebih penduduk China, tetapi juga audiens global yang menggunakan layanan bahasa asing Anda," ujar Iqbal, seraya menambahkan bahwa pemberitaan mereka dapat memengaruhi tingkat kesadaran dan pengetahuan mereka tentang masyarakat yang tinggal di daerah terdampak konflik bersenjata, dan membantu menggalang lebih banyak dukungan serta simpati bagi mereka yang terjebak dalam krisis.Di tengah akselerasi laju kerja sama antara ICRC dan Xinhua dalam beberapa tahun terakhir, Iqbal mengaku terkesan dengan kualitas pemberitaan Xinhua, sembari menambahkan bahwa diharapkan semakin banyak media yang memiliki pengaruh global seperti Xinhua dapat bergabung dalam pemberitaan mengenai perkembangan isu-isu kemanusiaan.Sebagai perwakilan ICRC, Iqbal akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Media Dunia kelima yang akan diselenggarakan pada awal Desember mendatang. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan global seperti ketegangan geopolitik saat ini, KTT itu digelar pada saat yang penting dan memberikan peluang terbuka untuk membahas berbagai narasi publik seputar isu-isu tersebut dan peran penting media dalam memengaruhi narasi itu."Dari perspektif kemanusiaan, saya ingin melihat lebih banyak pembahasan tentang bagaimana media dapat menarik perhatian publik pada konflik yang jarang diberitakan atau dalam kata lain, krisis yang terlupakan, tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh informasi yang keliru dan disinformasi serta dampaknya terhadap penduduk sipil, maupun nilai berita apa yang dimiliki laporan seputar isu kemanusiaan dalam keputusan editorial dan isu-isu serupa lainnya," tambah Iqbal.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB serukan percepatan aksi iklim
Indonesia
•
16 Jun 2023

Olimpiade Paris 2024 dibuka dengan upacara bersejarah di Sungai Seine
Indonesia
•
27 Jul 2024

Feature – Warga Gaza gali reruntuhan dengan tangan kosong demi evakuasi jenazah dan korban selamat di tengah serangan baru Israel
Indonesia
•
12 Nov 2024

COVID-19 jadi penyebab kematian tertinggi keenam di AS pada Januari 2023
Indonesia
•
25 Feb 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
