Teleskop FAST China temukan bukti keberadaan gelombang gravitasi nanohertz

Foto dari udara yang diabadikan pada 22 Juni 2023 ini memperlihatkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) China menjalani proses pemeliharaan di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Gelombang gravitasi nanohertz dapat memberikan petunjuk dalam memahami pembentukan struktur alam semesta dan menyelidiki tentang perkembangan, evolusi, serta penggabungan objek-objek langit yang paling masif di alam semesta, yaitu lubang hitam supermasif.
Guiyang, China (Xinhua) – Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China menemukan bukti kuat keberadaan gelombang gravitasi nanohertz, yang sangat penting dalam mempelajari masalah-masalah astrofisika kontemporer seperti lubang hitam supermasif, sejarah penggabungan galaksi, dan pembentukan struktur berskala besar di alam semesta.Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (NAOC) dan sejumlah lembaga lain tersebut dipublikasikan secara daring di jurnal Research in Astronomy and Astrophysics pada Kamis (29/6).Gelombang gravitasi nanohertz dapat memberikan petunjuk dalam memahami pembentukan struktur alam semesta dan menyelidiki tentang perkembangan, evolusi, serta penggabungan objek-objek langit yang paling masif di alam semesta, yaitu lubang hitam supermasif, menurut para ilmuwan.Para ilmuwan memantau pulsar-pulsar 57 milidetik berirama teratur selama 41 bulan dan menemukan bukti penting untuk tanda-tanda korelasi kuadrupol yang sesuai dengan prediksi gelombang gravitasi nanohertz pada tingkat kepercayaan statistik 4,6 sigma (dengan probabilitas alarm palsu dua dari sejuta).Li Kejia, peneliti NAOC yang juga merupakan profesor di Universitas Peking, mengungkapkan bahwa pendeteksian gelombang gravitasi nanohertz terbilang sangat sulit mengingat frekuensinya yang sangat rendah, jangka waktu yang panjang, dan panjang gelombang hingga beberapa tahun cahaya. Sejauh ini, observasi pewaktuan (timing) jangka panjang terhadap pulsar milidetik dengan stabilitas rotasi yang ekstrem merupakan satu-satunya cara efektif yang diketahui untuk mendeteksi gelombang tersebut.
Foto long-time exposure dari udara yang diabadikan pada 24 Juli 2022 ini memperlihatkan kinerja drone di atas Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

China tetapkan lebih dari 42.000 standar nasional
Indonesia
•
05 Mar 2023

Feature – TCM dorong kerja sama saling menguntungkan antara China timur laut dan Indonesia
Indonesia
•
01 Jun 2024

Tim ilmuwan China dan asing akan mulai ekspedisi baru ke gua terpanjang di Asia
Indonesia
•
24 Sep 2024

Belut listrik 860 volt ditemukan di Amazon
Indonesia
•
13 Sep 2019
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
