
Peneliti China temukan sumber penggerak gelombang umbra di bintik matahari

Gambar yang disediakan oleh Beijing Normal University ini menunjukkan suar surya dengan lontaran massa korona. (Xinhua/Beijing Normal University)
Gelombang umbra kromosferis berulang kali berasal dari area yang memiliki daya osilasi tinggi, dan sebagian besar gelombang umbra terjadi pada inti gelap dan area-area umbra yang bermedan magnet kuat.
Kunming, China (Xinhua) – Para peneliti China baru-baru ini telah mempelajari struktur gelombang umbra kromosferis di bintik matahari dan menemukan sumber penggerak gelombang umbra, ungkap Observatorium Yunnan yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Osilasi tersebar luas di bintik matahari dan di atmosfer terkait yang lebih tinggi. Namun, masih belum jelas apakah osilasi ini disebabkan oleh gelombang akustik eksternal atau dihasilkan oleh konveksi magnet (magnetoconvection) internal.Bintik matahari muncul sebagai bintik hitam di permukaan Matahari. Bintik Matahari merupakan daerah magnet di Matahari yang kekuatan medan magnetnya ribuan kali lebih kuat dari medan magnet Bumi. Bintik matahari biasanya muncul berkelompok dengan dua kumpulan bintik. Satu set akan memiliki medan magnet positif atau utara sedangkan set lainnya akan memiliki medan magnet negatif atau selatan. Medan ini paling kuat di bagian gelap bintik matahari, disebut sebagai umbra, sedangkan medan yang lebih lemah dan lebih horizontal berada di bagian yang lebih terang, disebut sebagai penumbra.Para peneliti mempelajari struktur halus gelombang umbra kromosferis pada dua bintik matahari menggunakan satelit Interface Region Imaging Spectrograph (IRIS) dan data dari teleskop-teleskop lain.Untuk pertama kalinya, mereka menemukan bahwa ada dua pola gelombang spiral berlengan tunggal yang sama-sama eksis di umbra, dan keduanya dapat berputar ke arah yang sama atau berlawanan.Lebih lanjut, dengan menganalisis distribusi spasial dari pusat-pusat osilasi pola gelombang spiral berlengan tunggal di dalam umbra, para peneliti menemukan bahwa gelombang umbra kromosferis berulang kali berasal dari area yang memiliki daya osilasi tinggi, dan sebagian besar gelombang umbra terjadi pada inti gelap dan area-area umbra yang bermedan magnet kuat.Hasil studi ini mengindikasikan bahwa gelombang umbra kromosferis kemungkinan bereaksi terhadap osilasi gelombang akustik eksternal.Studi ini telah diterbitkan di dalam jurnal Solar Physics.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China undang kolaborasi global untuk misi eksplorasi Bulan Chang'e-8
Indonesia
•
04 Oct 2023

Greenland: Pulau es Raksasa yang menghadapi tantangan perubahan iklim
Indonesia
•
09 Mar 2025

Kru Shenzhou-18 rampungkan ‘spacewalk’ pertama
Indonesia
•
30 May 2024

Badan energi atom China kecam langkah Jepang buang air terkontaminasi nuklir ke laut
Indonesia
•
27 Aug 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
