
Ilmuwan China kembangkan platform penelitian untuk ‘matahari buatan’

Sebuah generator plasma linear yang dikembangkan oleh China berhasil mencapai spesifikasi desain. Ini menjadikan China sebagai negara kedua di dunia, setelah Belanda, yang mengembangkan generator plasma fluks tinggi. (Xinhua)
Generator plasma linear yang dikembangkan oleh China berhasil mencapai spesifikasi desain. Ini menjadikan China sebagai negara kedua di dunia, setelah Belanda, yang mengembangkan generator plasma fluks tinggi.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah generator plasma linear yang dikembangkan oleh China berhasil mencapai spesifikasi desain. Ini menjadikan China sebagai negara kedua di dunia, setelah Belanda, yang mengembangkan generator plasma fluks tinggi, demikian diumumkan Institut Ilmu Fisika Hefei, yang dinaungi Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), pada Selasa (14/1).Perangkat canggih tersebut menyediakan alat penting untuk mengembangkan material utama bagi ‘matahari buatan’, sebuah fasilitas fusi yang dirancang untuk memanfaatkan energi bersih dan berkelanjutan.Diberi nama Perangkat Linear Interaksi Dinding Plasma Superkonduksi (Superconducting Plasma Wall Interaction Linear Device/SWORD), perangkat itu memiliki desain ramping yang terinspirasi oleh Chixiao, sebuah pedang legendaris dari zaman China kuno.SWORD memiliki panjang 15,5 meter dan berat sekitar 22,5 ton. Perangkat itu secara luar biasa mampu menghasilkan 10²⁴ partikel per meter persegi per detik serta dapat beroperasi secara terus-menerus selama lebih dari 24 jam."Salah satu parameter utamanya adalah bahwa perangkat ini secara luar biasa mampu menghasilkan 10²⁴ partikel per meter persegi per detik," ujar associate researcher di Institut Fisika Plasma di bawah naungan Institut Ilmu Fisika Hefei Li Yu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

NIPA: China miliki hampir 5 juta paten penemuan yang valid
Indonesia
•
17 Jan 2024

Arab Saudi buka pendaftaran kompetisi teknologi layanan haji dan umroh
Indonesia
•
25 Feb 2022

Feature – Protokol keselamatan kereta di China: Sistem CTCS hingga ‘big data’ dan AI
Indonesia
•
08 May 2026

Studi: Pemanasan global ubah pola curah hujan dan hujan salju ekstrem di belahan Bumi Utara
Indonesia
•
31 Oct 2025


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
