Google dan Apple hadapi penyelidikan praktik anti-persaingan di Meksiko

Ilustrasi. Sebuah toko Apple di Taipei, Taiwan. (Andy Wang on Unsplash)
“Google Play store dan toko Apple mengenakan komisi 15 persen-20 persen, sehingga memaksa inflasi harga di Meksiko.”
Jakarta (Indonesia Window) – Apple dan Google Alphabet tengah menghadapi penyelidikan atas praktik anti-persaingan di Meksiko setelah mantan kepala telekomunikasi negara itu mengajukan keluhan, katanya dalam sebuah pernyataan di Twitter pada Jumat (9/9).Pengaduan itu disampaikan kepada regulator telekomunikasi IFT Meksiko oleh Mony de Swaan Addati, yang pernah mengepalai bekas federasi telekomunikasi yang kemudian digantikan IFT.Keluhannya menuduh Apple dan Google Alphabet "benar-benar menghambat persaingan" dengan "mengambil keuntungan dari monopoli mereka di toko aplikasi untuk mengikat penggunaan sistem pemrosesan pembayaran mereka sendiri untuk pembelian dalam aplikasi."Dalam pernyataan online-nya, de Swaan Addati mengatakan Google Play store dan toko Apple mengenakan komisi 15 persen-20 persen, sehingga memaksa inflasi harga di negara Amerika Selatan tersebut.Google menolak berkomentar, sementara Apple dan IFT tidak segera bersedia untuk dimintai komentar.Gelombang tuntutan hukum dan keluhan yang menantang aturan toko aplikasi di berbagai negara selama beberapa tahun terakhir telah menyebabkan Google menurunkan biaya, sedangkan Apple terpaksa melonggarkan aturan. Namun, beberapa pengembang aplikasi dan kritikus lainnya mengatakan diperlukan lebih banyak perubahan dalam mengatasi situasi semacam itu.De Swaan Addati menambahkan bahwa regulator persaingan Meksiko telah menolak permintaan dari dirinya untuk membuka penyelidikan terhadap kedua perusahaan tersebut, sehingga mendorongnya untuk membawa kasus ini ke IFT.“Saya memiliki keyakinan penuh bahwa (IFT) akan menyelidiki dan menggunakan kekuatannya – sesuai dengan praktik terbaik internasional – sehingga perusahaan-perusahaan ini berhenti menyalahgunakan kekuatan pasar mereka untuk merugikan pengembang dan konsumen," katanya.Menurut perusahaan data Statista, lebih dari 30 juta smartphone (ponsel pintar) diperkirakan akan dijual di Meksiko tahun lalu.Google Android memiliki pangsa pasar terbesar di Meksiko dengan penetrasi 77 persen, menurut data terbaru dari Statcounter.Apple menghadapi pengawasan di tempat lain di wilayah tersebut, dengan regulator Brasil telah melarang penjualan iPhone tanpa pengisi daya awal pekan ini.Sumber: ReutersLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Harga minyak di Asia Selasa sore jatuh dari tertinggi 7 tahun
Indonesia
•
08 Feb 2022

Bank Dunia: Ekonomi global 2020 tidak separah proyeksi sebelumnya
Indonesia
•
06 Jan 2021

Bank Dunia kucurkan 1 miliar dolar AS lebih untuk Asia Selatan
Indonesia
•
30 Jun 2022

Studi: Kanker rugikan dunia 25 triliun dolar dalam 30 tahun ke depan
Indonesia
•
09 Mar 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
