
Perusahaan China Gotion bangun pabrik manufaktur baterai litium NEV di Illinois, ASP

Foto yang diunggah di situs web Gotion menunjukkan eksterior gedung perkantoran Gotion di 48660 Kato Road, Fremont, California, Amerika Serikat. (Sumber: Gotion)
Gotion High-tech China sedang membangun pabrik manufaktur baterai lithium kendaraan listrik baru (new electric vehicle/NEV) di Manteno, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, senilai 2 miliar dolar AS.
Chicago, AS (Xinhua) – Perusahaan asal China Gotion High-tech pada Jumat (8/9) mengumumkan bahwa pihaknya sedang membangun pabrik manufaktur baterai lithium kendaraan listrik baru (new electric vehicle/NEV) di Manteno, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat (AS).Mencakup area sekitar 60 hektare, pabrik tersebut akan berfokus pada sel baterai lithium-ion, produksi paket baterai, dan integrasi sistem penyimpanan energi, menurut siaran pers yang dirilis oleh kantor gubernur Illinois.Pabrik tersebut diperkirakan akan mulai berproduksi pada 2024, untuk memproduksi 10 GWh paket baterai lithium-ion dan 40 GWh sel baterai lithium-ion, serta akan menciptakan lebih dari 2.600 lapangan kerja bagi penduduk setempat, menurut siaran pers tersebut.Gubernur Illinois JB Pritzker dan para pemimpin serta pejabat setempat hadir dalam upacara peletakan batu pertama pabrikan baterai kendaraan listrik tersebut di Manteno, sebuah kota kecil yang terletak sekitar 80 kilometer sebelah selatan Chicago, pada Jumat, memuji proyek itu sebagai langkah maju yang signifikan bagi Illinois dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan rantai pasokannya."Dengan 2.600 lapangan kerja baru, gigafactory senilai 2 miliar dolar AS, dan investasi manufaktur baru yang paling signifikan di Illinois dalam beberapa dekade, ini adalah bukti terbaru bahwa kita berada dalam paradigma baru. Illinois sedang tumbuh, dan kami terbuka untuk bisnis," kata Pritzker."Fasilitas baru ini akan menjadi agen perubahan (game-changer) dalam perekonomian negara bagian kita, menciptakan lapangan kerja baru dan menunjukkan komitmen berkelanjutan kami untuk menjadikan Illinois sebagai pusat manufaktur energi terbarukan," kata Letnan Gubernur Juliana Stratton."Saat kami datang ke Illinois, kami tidak membangun pabrik baru namun berencana menggunakan kembali pabrik yang sudah ada dan menghidupkannya kembali sebagai cara kami menghargai dan melestarikan sumber daya," kata Li Zhen, Chairman Gotion High-tech. "Kami percaya bahwa teknologi baterai Gotion akan membantu meningkatkan mobilitas elektronik (e-mobility) di Amerika Utara serta pertukaran ekonomi dan perdagangan antara China dan AS."Gotion memilih Illinois untuk basis pabrik baterai kendaraan listriknya setelah pencarian nasional yang kompetitif. Pabrik tersebut akan membantu meningkatkan rantai pasokan dan memenuhi permintaan baterai yang terus meningkat di sektor kendaraan listrik, termasuk mitra Gotion serta produsen kendaraan listrik tambahan di seluruh Amerika Utara, menurut siaran pers tersebut.Gotion akan menerima paket insentif dari Negara Bagian Illinois, serta insentif-insentif lainnya, untuk pabrik kendaraan listrik, papar rilis tersebut, seraya menambahkan bahwa perusahaan itu juga telah mendapatkan persetujuan dari otoritas setempat untuk pengurangan pajak properti selama 30 tahun, dan memenuhi syarat untuk menerima manfaat pajak sebesar total 213 juta dolar AS selama 30 tahun.*1 dolar AS = 15.334 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kajian Ilmiah – Praktik ‘gharar’ dalam jual beli makin marak, bentuknya beragam
Indonesia
•
28 Nov 2023

China tepis tudingan UE terkait ekspor kelebihan kapasitas kendaraan listrik
Indonesia
•
25 Nov 2023

Indonesia ekspor 206.700 ton kopi pada paruh pertama 2025
Indonesia
•
09 Oct 2025

The Hill: Ketua The Fed patut disalahkan atas resesi
Indonesia
•
01 Apr 2023


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
