
PM Israel beri sinyal kemajuan dalam perundingan gencatan senjata Gaza, meski waktunya belum jelas

Kepulan asap terlihat usai serangan Israel di Jalur Gaza, seperti yang terpantau dari perbatasan selatan Israel dengan Jalur Gaza, pada 22 Desember 2024. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Hamas berusaha untuk mengakhiri perang sepenuhnya, sementara Israel bersikeras untuk mencabut kendali Hamas atas Gaza sebelum ada resolusi dan mempertahankan kehadiran militer di daerah kantong Palestina itu bahkan setelah gencatan senjata.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (23/12) mengatakan bahwa "telah ada kemajuan" dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk para sandera dengan Hamas, namun memperingatkan bahwa lini masa (timeline) untuk mencapai sebuah kesepakatan masih belum jelas.Berbicara di hadapan Knesset, parlemen Israel, Netanyahu mengatakan, "Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan," sembari berjanji akan "terus bertindak dengan segala cara yang memungkinkan hingga kami dapat membawa pulang semua orang."Sebelumnya pada Senin, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar menguraikan bagian-bagian dari kesepakatan tersebut dalam sebuah pertemuan tertutup Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset, dan menggambarkannya sebagai "kerangka kerja yang berangsur dan bertahap."Media Israel dan Palestina melaporkan bahwa upaya-upaya yang dipimpin oleh para mediator dari Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat telah menunjukkan kemajuan, meskipun terobosan masih sulit dicapai.Menteri Diaspora Israel Amichai Chikli mengatakan melalui radio publik Kan Reshet Bet bahwa telah ada "beberapa" kemajuan menuju sebuah kesepakatan, seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak sudah lebih dekat dengan kesepakatan dibandingkan beberapa bulan terakhir. Dia mengatakan tahap awal akan menjadi "tahap kemanusiaan," yang melibatkan gencatan senjata selama 42 hari dan pembebasan beberapa sandera."Gencatan senjata ini dapat berlangsung selama enam bulan atau 10 tahun, tergantung pada dinamika yang berkembang di lapangan," ujar Chikli.Lamanya gencatan senjata telah menjadi titik kunci dalam upaya-upaya negosiasi yang gagal sebelumnya. Hamas berusaha untuk mengakhiri perang sepenuhnya, sementara Israel bersikeras untuk mencabut kendali Hamas atas Gaza sebelum ada resolusi dan mempertahankan kehadiran militer di daerah kantong Palestina itu bahkan setelah gencatan senjata.Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250 lainnya. Sekitar 100 sandera Israel dan asing masih ditahan oleh Hamas di Gaza, dan puluhan di antaranya diyakini telah tewas, menurut perkiraan Israel.
Orang-orang terlihat di dalam sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi al-Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 16 Desember 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sejumlah negara Eropa desak UE bertindak lebih tegas terhadap Israel
Indonesia
•
31 Aug 2025

Peringati 105 tahun CPC, Xi Jinping serukan China terus melaju jadi negara sosialis modern
Indonesia
•
02 Jul 2026

Jam malam di Damaskus dicabut, PM interim Suriah imbau pengungsi pulang
Indonesia
•
13 Dec 2024

Majelis Umum PBB akan lanjutkan sesi khusus darurat terkait Timur Tengah
Indonesia
•
03 May 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
