
Hamas buktikan komitmennya pada gencatan senjata, pulangkan jenazah sandera Israel

Sejumlah anggota Hamas melakukan pencarian jenazah warga Israel terakhir sanderaan Hamas, di sebelah timur wilayah Zeitoun, Gaza City tenggara, pada 7 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Semua warga Israel yang disandera Hamas saat ini telah dipulangkan, baik dalam keadaan hidup atau telah meninggal dunia, sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh AS, Qatar, dan Mesir, yang mulai diberlakukan pada Oktober 2025.
Gaza/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Senin (26/1) menyampaikan bahwa penemuan jenazah warga Israel terakhir yang disandera di Jalur Gaza menunjukkan komitmen penuh kelompok gerakan itu terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan, Hazem Qassem, juru bicara Hamas, menuturkan bahwa gerakan tersebut "akan terus mematuhi seluruh aspek kesepakatan itu", termasuk memfasilitasi pekerjaan komite teknokratik yang ditugaskan untuk mengelola urusan di Gaza.
Qassem menyerukan kepada para mediator dan Amerika Serikat (AS) untuk memaksa Israel agar "menghentikan pelanggarannya terhadap kesepakatan itu dan memenuhi kewajibannya".
Pernyataan Hamas itu disampaikan setelah militer Israel mengumumkan pemulangan jasad Ran Gvili (24), anggota unit patroli elite Yasam Kepolisian Israel, yang tewas pada 7 Oktober 2023 dan jenazahnya saat itu dibawa ke Gaza.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para reporter bahwa pasukan Israel sedang dalam perjalanan kembali ke Israel dengan membawa jenazah Gvili untuk dimakamkan, sembari menyebut pemulangan tersebut merupakan "pencapaian besar" bagi Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).
"Menyusul rampungnya proses identifikasi oleh Institut Kedokteran Forensik Nasional, perwakilan IDF mengabarkan kepada keluarga almarhum, Sersan Satu Ran Gvili, bahwa orang yang mereka kasihi telah diidentifikasi dan akan dipulangkan untuk dimakamkan," ujar IDF dalam sebuah pernyataan.
"Dengan demikian, semua sandera telah dipulangkan dari Jalur Gaza ke Negara Israel," imbuh pernyataan itu.
Pengumuman itu disampaikan sehari usai Israel mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan "operasi berskala besar" untuk menemukan jenazah Gvili di sebuah pemakaman di Gaza utara, berdasarkan informasi intelijen.
Menurut Hamas, semua warga Israel yang disandera Hamas saat ini telah dipulangkan, baik dalam keadaan hidup atau telah meninggal dunia, sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh AS, Qatar, dan Mesir, yang mulai diberlakukan pada Oktober 2025.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tak ada kesepakatan dalam kegaduhan Greenland, situasi masih menantang
Indonesia
•
31 Jan 2026

Serangan roket tewaskan 10 orang di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel, Hizbullah bantah terlibat
Indonesia
•
28 Jul 2024

Haji 1445 – Jamaah mulai ritual haji di Mina pada 14 Juni dengan pelayanan komprehensif
Indonesia
•
12 Jun 2024

Xi Jinping serukan pembangunan hubungan China-Jepang yang sesuai dengan tuntutan zaman
Indonesia
•
18 Nov 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
