
Badan PBB sebut situasi kemanusiaan di Gaza "tidak terbayangkan"

Warga Palestina menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City pada 3 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Hamas memperingatkan akan bencana kemanusiaan yang segera terjadi di Gaza akibat penutupan penyeberangan perbatasan yang terus berlanjut dan blokade fatal Israel telah berlangsung lebih dari 60 hari.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – "Situasi kemanusiaan di seluruh Jalur Gaza benar-benar tidak terbayangkan," demikian peringatan dari Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Ahad (4/5).Badan PBB tersebut mengatakan di platform media sosial X bahwa "seiring blokade total pasokan yang penting untuk bertahan hidup memasuki pekan kesembilan, harus ada upaya internasional bersama untuk menghentikan bencana kemanusiaan ini agar tidak mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," seraya menegaskan kembali seruannya agar gencatan senjata segera dicapai.Sementara itu, kantor media yang dikelola Hamas memperingatkan akan bencana kemanusiaan yang segera terjadi di Gaza akibat penutupan penyeberangan perbatasan yang terus berlanjut dan blokade fatal yang telah berlangsung lebih dari 60 hari.Kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa "okupasi Israel terus mencegah masuknya susu formula bayi, suplemen gizi, dan semua bentuk bantuan kemanusiaan, menyebabkan lebih dari 70.000 anak dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi yang parah."Pernyataan tersebut menambahkan bahwa lebih dari 3.500 anak di bawah usia lima tahun berada dalam risiko kematian akibat kelaparan.Pernyataan itu menyerukan kepada masyarakat internasional agar mengambil tindakan segera dan mendesak pembukaan kembali penyeberangan serta mengizinkan masuknya susu formula dan suplemen gizi ke Gaza.
Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City, pada 2 Mei 2025. Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Jumat (2/5) mengatakan bahwa blokade Israel yang sedang berlangsung memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, terutama berdampak pada perempuan dan anak-anak. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Beijing optimalkan kebijakan respons COVID di sekolah
Indonesia
•
07 Jan 2023

Feature – Ribuan pelajar Palestina gagal ikut ujian akhir akibat konflik di Gaza
Indonesia
•
30 Jun 2024

Media: Krisis cacar monyet dipicu kelalaian Pemerintah AS
Indonesia
•
16 Aug 2022

Beijing larang pemasangan barikade untuk kendalikan penyebaran COVID-19
Indonesia
•
28 Nov 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
