
Hamas tegaskan tidak akan mundur sampai Negara Palestina diakui

Warga Palestina memanggul karung berisi bantuan kemanusiaan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 1 Agustus 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Hamas menegaskan pihaknya tidak akan menyerah sampai Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh resmi berdiri.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Sabtu (2/8) menegaskan pihaknya tidak akan menyerah sampai Negara Palestina resmi berdiri. Hal itu disampaikan sebagai respons atas pernyataan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Steve Witkoff.Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, "Perlawanan tidak akan berhenti dan senjata tidak akan diturunkan sampai hak-hak nasional kami sepenuhnya dipulihkan, terutama pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh."Sebelumnya, saat bertemu dengan keluarga warga Israel yang disandera Hamas dalam sebuah unjuk rasa di Tel Aviv pada Sabtu, Witkoff mengatakan, "Hamas telah menyatakan bahwa mereka siap untuk didemiliterisasi.""Beberapa pemerintah Arab kini sedang menuntut Hamas untuk didemiliterisasi... Jadi, kita sangat, sangat dekat dengan solusi untuk mengakhiri perang ini," tambah Witkoff, sebagaimana dikutip dari surat kabar Israel, Haaretz.Dalam pernyataan terpisah, Hamas menuduh kunjungan Witkoff ke pusat-pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza sebagai "pertunjukan sandiwara yang dirancang untuk menyesatkan opini publik, menutupi citra pendudukan, dan memberikan kedok politik atas kebijakan kelaparan dan pembunuhan sistematis terhadap anak-anak dan warga sipil tak berdosa di Gaza."Pernyataan Hamas itu mengatakan pemerintah AS "sepenuhnya terlibat dalam masalah kelaparan yang disengaja ini."Witkoff mengunjungi Jalur Gaza pada Jumat (1/8). Dalam kunjungan tersebut, dia menginspeksi sebuah pusat distribusi bantuan yang kontroversial milik Gaza Humanitarian Foundation di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hongaria terima undangan AS untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza
Indonesia
•
19 Jan 2026

Lebih dari 900 kasus suspek teridentifikasi dalam penanganan Ebola di RD Kongo
Indonesia
•
25 May 2026

Israel bersiap perluas zona kemanusiaan Gaza untuk kemungkinan agresi ke Rafah
Indonesia
•
23 Apr 2024

COVID-19 – ‘Booster’ mungkin diwajibkan sebagai vaksinasi lengkap di Australia
Indonesia
•
04 Feb 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
