
Hamas sebut sedang berunding dengan mediator untuk implementasikan gencatan senjata Gaza

Warga Palestina terlihat di depan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 20 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Hamas mengatakan bahwa komunikasi sedang dilakukan dengan para mediator untuk memfinalisasi implementasi perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Gaza/Kairo, Palestina/Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Rabu (12/2) mengatakan bahwa komunikasi sedang dilakukan dengan para mediator untuk memfinalisasi implementasi perjanjian gencatan senjata di Gaza."Komunikasi sedang dilakukan dengan negara-negara mediator untuk menyelesaikan implementasi perjanjian gencatan senjata," ujar juru bicara (jubir) Hamas Hazem Qassem dalam pernyataan pers.Sebelumnya pada hari yang sama, sebuah delegasi yang diketuai pemimpin Hamas Khalil al-Hayya tiba di Kairo untuk mendiskusikan kesepakatan gencatan senjata dengan sejumlah pejabat Mesir."Ada upaya-upaya dari para mediator untuk mendorong pendudukan Israel agar melaksanakan ketentuan-ketentuan perjanjian gencatan senjata di Gaza," ujar Qassem.Jubir itu menekankan bahwa Israel perlu mematuhi perjanjian gencatan senjata guna memastikan pembebasan para tahanan dan kepatuhan terhadap protokol kemanusiaan yang telah disepakati.Qassem menuduh Israel "menghindari implementasi banyak ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata," dan menekankan bahwa kelompoknya tidak akan menerima "kata-kata ancaman Amerika dan Israel.Seorang sumber anonim dari Mesir mengatakan kepada Xinhua bahwa "Hamas menyatakan kepada pihak Mesir kesediaannya untuk membebaskan sekelompok tawanan Israel pada Sabtu (15/2) seperti yang telah disepakati, tetapi menolak tuntutan dari Trump dan Netanyahu untuk membebaskan semua tawanan Israel sekaligus."Perjanjian gencatan senjata tersebut, yang mulai berlaku pada 19 Januari, terancam hancur seiring Hamas dan Israel saling menyalahkan perihal pelanggaran kesepakatan.Pada Senin (10/2), Hamas mengumumkan penundaan pembebasan tawanan Israel yang dijadwalkan akan dibebaskan pada Sabtu, menuduh Israel gagal menjalankan ketentuan-ketentuan gencatan senjata.Sebagai respons, Israel mengancam akan melanjutkan serangan ke Gaza jika para sandera Israel tidak dibebaskan hingga Sabtu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China sebut masyarakat internasional berhak tuntut penyelidikan ledakan Nord Stream
Indonesia
•
21 Feb 2023

Masjid terbesar di Australia minta pengamanan tambahan usai terima surat ancaman ketiga
Indonesia
•
20 Feb 2026

Komite pengelola Gaza mulai bekerja lewat pertemuan di Kairo
Indonesia
•
17 Jan 2026

Iran tolak ikut putaran kedua perundingan damai dengan AS
Indonesia
•
20 Apr 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
