
Hamas setujui proposal gencatan senjata saat Israel lancarkan operasi darat baru di Rafah

Foto yang diabadikan pada 24 Maret 2025 ini menunjukkan reruntuhan bangunan yang rusak akibat serangan Israel di lingkungan permukiman Shuja'iyya, sebelah timur Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Hamas telah menyetujui proposal dari pihak mediator untuk gencatan senjata di Jalur Gaza, yang mereka terima dua hari sebelumnya.
Gaza/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Sabtu (29/3) mengatakan mereka telah menyetujui proposal dari pihak mediator untuk gencatan senjata di Jalur Gaza, yang mereka terima dua hari sebelumnya."Dengan komitmen kami terhadap rakyat dan keluarga kami, kami telah terlibat dengan semua proposal secara bertanggung jawab dan positif, yang bertujuan untuk mengakhiri perang," kata Khalil Al-Hayya, kepala Hamas di Gaza, dalam sebuah pernyataan."Dua hari yang lalu, kami menerima proposal dari saudara-saudara mediator kami. Kami merespons secara positif dan menyetujuinya. Kami berharap pendudukan tidak menghalangi atau merusak upaya para mediator," imbuh pernyataan tersebut.Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali sikap Hamas soal perlawanan bersenjata, menyebutnya sebagai "garis merah" dan memperingatkan "senjata perlawanan" akan tetap berada di tangan rakyat dan negara "jika pendudukan Israel terus berlanjut.""Kami tidak akan pernah menerima penghinaan atau penistaan terhadap rakyat kami. Tidak akan ada pengungsian atau deportasi," imbuh pernyataan itu.Hamas lebih lanjut menyatakan, bersama dengan faksi-faksi lain, mereka telah menyerahkan daftar para profesional dan ahli independen kepada Mesir untuk membantu membentuk sebuah komite untuk mengelola daerah kantong tersebut.
Pasukan Israel terlihat di dekat perbatasan selatan Israel dengan Gaza pada 20 Maret 2025. (Xinhua/JINI)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Afghanistan: Taliban tak akan ganggu urusan negara lain
Indonesia
•
28 Nov 2021

Sejumlah perusahaan China sebut UU AS ancam inovasi dan kerja sama bioteknologi
Indonesia
•
12 Sep 2024

AS ingin perjanjian nuklir “seumur hidup” dengan Iran
Indonesia
•
26 Feb 2026

Militer AS kembali lancarkan serangan udara ke Hodeidah dan Saada di Yaman
Indonesia
•
21 Mar 2025


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
