
Hamas “sepenuhnya siap” untuk prosedur penyerahan kekuasaan

Warga Palestina terlihat usai kembali ke area Sheikh Radwan yang hancur di sebelah utara Gaza City pada 6 November 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Komite teknokratik Palestina beranggotakan 15 orang, bertugas untuk mengelola sementara Gaza pascaperang.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Senin (19/1) mengatakan "sepenuhnya siap" untuk menyerahkan kekuasaan administratif kepada komite teknokratik Palestina yang baru dibentuk, yang ditugaskan mengelola Gaza pada fase pascaperang.
Kelompok itu berjanji akan memastikan "transisi yang lancar dan tertib" yang melindungi hak-hak sektor publik serta menjamin kelangsungan layanan esensial bagi warga sipil, kata kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut menggambarkan transisi administratif sebagai bagian dari fase kedua kesepakatan perdamaian Gaza, sembari secara tegas mengaitkannya dengan tuntutan utama untuk mengakhiri sepenuhnya "agresi" Israel di Gaza.
Hamas menekankan "hak inheren" rakyat Palestina untuk rekonstruksi yang dilakukan dengan cara yang "melindungi hak-hak nasional dan kedaulatan Palestina," serta menegaskan kembali tujuan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Komite teknokratik Palestina beranggotakan 15 orang yang ditugaskan untuk mengelola sementara Gaza pascaperang. Komite itu secara resmi memulai pekerjaannya pada Jumat (16/1) melalui pertemuan di Kairo, dengan memprioritaskan "masalah kemanusiaan" Gaza. Komite tersebut tiba di ibu kota Mesir itu pada Kamis (15/1), tertunda sehari akibat hambatan Israel, ujar seorang sumber Mesir kepada Xinhua.
Sementara itu, kekerasan terus berlanjut di daerah kantong itu pada Senin. Juru bicara (jubir) Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan kepada Xinhua bahwa tiga warga Palestina tewas akibat tembakan Israel dalam insiden terpisah di Khan Younis dan Rafah.
Dikatakan Basal, pasukan Israel secara rutin menargetkan tempat penampungan dan kawasan sipil, menyebut tindakan itu sebagai "pelanggaran yang jelas dan terang-terangan terhadap semua hukum kemanusiaan dan internasional."
Sejumlah sumber lokal juga melaporkan serangan udara Israel di sebelah timur Khan Younis dan penembakan artileri di Gaza timur, serta penghancuran rumah-rumah penduduk.
Pihak Israel belum memberikan komentar mengenai insiden-insiden terbaru ini.
Sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel berlaku pada Oktober 2025, sedikitnya 465 warga Palestina tewas, sehingga total korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai 71.550 orang, demikian menurut otoritas kesehatan di Gaza pada Senin.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakistan peringatkan potensi serangan militer India dalam waktu 24-36 jam
Indonesia
•
01 May 2025

Rusia kritik keras reaksi berlebihan AS terkait balon udara China
Indonesia
•
08 Feb 2023

Saat tegang dengan AS, Iran luncurkan pangkalan rudal bawah tanah baru
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perkuat sistem antidoping global, WADA setujui daftar larangan baru
Indonesia
•
14 Sep 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
