
COVID-19 – Hanya separuh dari orang dewasa yang penuhi syarat ‘booster’ di AS yang telah disuntik

Para pejalan kaki berjalan melewati sebuah lokasi tes COVID-19 di Times Square di New York City, Amerika Serikat, pada 17 Mei 2022. (Xinhua/Wang Ying)
Booster Covid-19 belum disuntikkan pada 49,9 persen dari total populasi yang memenuhi syarat booster di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Jakarta (Indonesia Window) – Hanya separuh dari orang dewasa yang memenuhi syarat untuk suntikan penguat (booster) di Amerika Serikat (AS) yang telah mendapatkan suntikan booster COVID-19, dan hanya 34 persen orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang telah mendapatkan booster kedua, demikian menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Sekitar 77 persen orang dewasa berusia 18 tahun ke atas telah mendapatkan rangkaian vaksinasi primer pada saat ini. Namun, 49,9 persen dari total populasi yang memenuhi syarat booster belum mendapatkan dosis booster, ungkap sebuah laporan CDC yang dipublikasikan pada Jumat (26/8).Secara keseluruhan, sekitar 262,6 juta orang, atau 79,1 persen dari total populasi AS, telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin. Sementara sekitar 223,9 juta orang, atau 67,4 persen dari total populasi AS, telah divaksinasi lengkap, papar data CDC.Efektivitas vaksin dapat menurun seiring waktu, tetapi booster memulihkan perlindungan, termasuk terhadap penyakit serius, kata CDC AS.COVID Data Tracker CDC menunjukkan bahwa pada Juni 2022, orang berusia 50 tahun ke atas yang telah mendapatkan dua dosis booster 14 kali lebih kecil kemungkinannya meninggal karena COVID-19 dibandingkan orang yang belum divaksinasi pada usia yang sama, dan tiga kali lebih kecil kemungkinannya meninggal daripada orang pada usia yang sama yang telah divaksinasi dengan setidaknya satu booster.Sebelumnya, laporan CNN pada Senin (22/8) menyebutkan bahwa keraguan akan vaksin meningkat di AS, yang dipicu oleh misinformasi di media sosial.Laporan CNN juga menyatakan bahwa 19 persen warga AS menolak vaksin COVID-19 apa pun, walaupun penyakit yang menyerang pernapasan ini diperkirakan akan kembali merebak pada musim gugur tahun ini, sehingga membebani sistem kesehatan masyarakat di negara itu yang sebagian besar bergantung pada vaksin untuk mengatasinya.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026

Koresponden Al Jazeera tewas dalam serangan di Gaza, Israel klaim korban terafiliasi Hamas
Indonesia
•
11 Aug 2025

China targetkan capai cakupan penuh ‘15-minute fitness circle’ pada 2025
Indonesia
•
06 Jun 2023

Survei: Lebih dari 10 persen anak-anak Jepang pengidap penyakit otak terkait COVID-19 meninggal
Indonesia
•
27 Mar 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
