
Kepala seksi WWF sebut lebih banyak aksi diperlukan untuk tangani polusi plastik

Seorang anak melihat instalasi polusi plastik laut di ajang H22 City Expo di Helsingborg, Swedia, pada 17 Juni 2022. (Xinhua/Fu Yiming)
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah tentang polusi plastik dan pencarian solusi untuk menghentikan dan mengurangi polusi plastik, yang merupakan salah satu krisis lingkungan global dengan perkembangan dan percepatan tertinggi."
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Lebih banyak aksi diperlukan untuk menangani polusi plastik, demikian disampaikan oleh Kepala Kebijakan Plastik Global World Wide Fund for Nature (WWF) Eirik Lindebjerg kepada Xinhua dalam sesi wawancara baru-baru ini."Produksi dan konsumsi plastik yang berlebihan mencekik sungai-sungai dan lautan kita, membunuh satwa liar, mencemari makanan, udara, dan air kita, dan situasinya semakin buruk," kata Lindebjerg, menekankan urgensi dari isu tersebut menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 dan pembicaraan perjanjian polusi plastik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Paris."Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah tentang polusi plastik dan pencarian solusi untuk menghentikan dan mengurangi polusi plastik, yang merupakan salah satu krisis lingkungan global dengan perkembangan dan percepatan tertinggi," lanjutnya.
Seorang pria mengabadikan foto instalasi seni bertajuk "Matikan Keran Plastik Ini" (Turn Off The Plastic Tap) di luar Ripley's Aquarium of Canada di Toronto, Kanada, pada 7 Juni 2022. (Xinhua/Zou Zheng)
Seorang pria menyusun botol-botol di sebuah pasar di Blantyre, Malawi, pada 16 April 2021. (Xinhua/Joseph Mizere)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jepang catat rekor penurunan populasi terbesar pada 2023
Indonesia
•
27 Jul 2024

Kisah kakak beradik Indonesia yang kuliah di China sambil kenalkan budaya Nusantara
Indonesia
•
20 Jul 2026

Korban gempa Jepang bertambah, 161 tewas dan 103 orang masih hilang
Indonesia
•
09 Jan 2024

COVID-19 - Produksi vaksin bagi warga sipil dimulai sebulan setelah tahap ke-3
Indonesia
•
17 Aug 2020


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
