
Raja Kamboja soroti pentingnya hutan pada Hari Penanaman Pohon nasional

Raja Kamboja Norodom Sihamoni (tengah) menanam sebuah pohon di Provinsi Kampong Chhnang, Kamboja, pada 9 Juli 2023. (Xinhua/Sovannara)
Pada Hari Penanaman Pohon Nasional atau Arbor Day, yang diadakan di wilayah pusat Kamboja, sekitar 13.000 bibit pohon ditanam di lahan seluas 10 hektare di sebuah pusat penanaman pohon di Distrik Samaki Meanchey.
Kampong Chhnang, Kamboja (Xinhua) – Raja Kamboja Norodom Sihamoni pada Ahad (9/7) menekankan pentingnya hutan, seraya mengatakan bahwa hutan merupakan sumber daya alam yang tak ternilai harganya bagi kehidupan manusia dan satwa di planet ini.Berbicara dalam acara nasional tahunan Hari Penanaman Pohon atau Arbor Day, yang diadakan di wilayah pusat Kamboja, sang raja mengatakan bahwa berkurangnya hutan akan mengakibatkan banjir, tornado, petir, dan kekeringan, serta menguras cadangan air untuk kebutuhan manusia dan hewan."Hutan tidak hanya memberikan nilai ekonomi dan sosial, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan alam, membersihkan iklim, menjaga kestabilan sumber air, serta melindungi area lereng dan keanekaragaman hayati," ujar Sihamoni.
Raja Kamboja Norodom Sihamoni (kanan, depan) menghadiri perayaan Hari Penanaman Pohon nasional di Provinsi Kampong Chhnang, Kamboja, pada 9 Juli 2023. (Xinhua/Sovannara)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Panda raksasa di Chongqing China lahirkan bayi kembar
Indonesia
•
09 Aug 2022

Pele prediksi kejayaan Brasil di Piala Dunia 2022 Qatar
Indonesia
•
11 Nov 2022

Studi sebut remaja Inggris konsumsi sekitar dua pertiga kalori harian dari makanan ultraproses
Indonesia
•
19 Jul 2024

Simpanse di Spanyol terpilih jadi finalis Penghargaan Kepribadian Unik Satwa Liar
Indonesia
•
07 Sep 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
