
Perangkat berbasis teknologi roket selamatkan pasien dengan kondisi gagal jantung

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2024 ini menunjukkan Li Haining, seorang pasien gagal jantung, membawa sebuah alat pengontrol jantung buatan di Rumah Sakit Kardiovaskular Internasional TEDA, di Tianjin, China utara. (Xinhua/Yang Wen)
HeartCon merupakan jantung buatan yang dikembangkan bersama oleh Rumah Sakit Kardiovaskular Internasional TEDA di Tianjin dan Academy of Launch Vehicle Technology China, produsen roket terkemuka di negara tersebut.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Li Haining sempat berada di ambang kematian akibat penyakit jantung yang parah. Namun, 1.174 hari yang lalu, dirinya diberi kesempatan baru untuk menjalani kehidupan.Pasien berusia 25 tahun dari Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China utara, tersebut tiga tahun lalu menjalani operasi implan jantung buatan sebagai pengganti organnya yang tidak berfungsi. Operasi itu berhasil dilakukan, dan kondisi Li kini membaik secara signifikan, sehingga dia dapat menjalani kehidupan normal dengan bantuan perangkat medis berbasis teknologi luar angkasa.HeartCon merupakan jantung buatan yang dikembangkan bersama oleh Rumah Sakit Kardiovaskular Internasional TEDA di Tianjin dan Academy of Launch Vehicle Technology China, produsen roket terkemuka di negara tersebut.HeartCon berfungsi sebagai pompa yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sehingga meringankan gejala gagal jantung secara signifikan. Para insinyur proyek HeartCon mengatakan bahwa perangkat tersebut bekerja seperti mekanisme servo (servomechanism) roket, yang digerakkan oleh pompa hidrolik.Pada 2022, perangkat tersebut memperoleh izin dari otoritas negara tersebut dan kini menyelamatkan nyawa lebih dari 190 pasien dengan kondisi gagal jantung stadium lanjut, seperti Li.Pasien-pasien itu memakai alat pengontrol berukuran kecil yang mirip dengan ponsel di pinggang mereka. Alat tersebut mencatat berbagai data seperti kecepatan, aliran, tenaga, dan detak jantung yang memompa darah. Sebuah kawat tipis terhubung ke baterai yang secara kontinu membantu memompa darah ke organ-organ di seluruh tubuh.
Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2024 ini menunjukkan seorang dokter sedang memeriksa alat pengontrol jantung buatan milik seorang pasien di Tianjin, China utara. (Xinhua/Li Ran)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti Taiwan kembangkan vaksin yang efektif untuk semua jenis flu
Indonesia
•
12 Aug 2020

COVID-19 – Rusia produksi vaksin eksperimental untuk hewan pada Oktober
Indonesia
•
17 Sep 2020

CNSA sebut China terbuka melakukan pertukaran antariksa dengan AS
Indonesia
•
23 Dec 2023

Kondisi iklim purba beri petunjuk tentang perubahan pola musim hujan Asia Selatan di masa depan
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
