
Helikopter AC332 China lakukan penerbangan ‘full-state’ pertama

AC332 baru bertujuan untuk mengatasi kelemahan dalam perlengkapan alat penyelamatan penerbangan darurat China saat ini, dan telah menunjukkan kinerja dataran tinggi yang sangat baik di subdivisi helikopter berbobot 4 ton. (Xinhua)
Helikopter AC332 China mampu lepas landas di ketinggian 4.500 meter dengan ketinggian pagu 6.000 meter, yang memenuhi kebutuhan transportasi udara, pencarian dan penyelamatan, serta bantuan medis di daerah dataran tinggi.
Tianjin, China (Xinhua) – Helikopter sipil bermesin ganda AC332 China berhasil melakukan penerbangan uji tuntas penuh (full-state flight) pertamanya di Tianjin pada Jumat (7/4), demikian menurut pihak pengembang AC332, Aviation Industry Corporation of China (AVIC).Helikopter multiguna berbobot 4 ton itu menerima 24 pesanan pertama dari para operator peluncurannya pada hari yang sama, kata AVIC, produsen pesawat terkemuka di negara itu.Pesanan ini terdiri dari perjanjian pembelian untuk 18 pesawat dan perjanjian niat pembelian untuk enam pesawat. Helikopter itu nantinya akan digunakan untuk keperluan transportasi udara, penyelamatan dan patroli medis darurat, serta dalam berbagai bidang lainnya.Dengan berat lepas landas maksimal 3.850 kilogram, AC332 dapat mengangkut hingga 10 penumpang. Helikopter itu memiliki kecepatan jelajah maksimum 260 kilometer per jam dan jangkauan penerbangan maksimum 693 kilometer, papar pihak pengembang.AC332 memiliki kinerja yang lebih baik dan biaya operasi yang lebih rendah, serta berbagai konfigurasi yang dapat memenuhi persyaratan operasi yang beragam.Helikopter tersebut mampu lepas landas di ketinggian 4.500 meter dengan ketinggian pagu 6.000 meter, yang memenuhi kebutuhan transportasi udara, pencarian dan penyelamatan, serta bantuan medis di daerah dataran tinggi, sebut AVIC.Produsen pesawat China itu telah membangun lini produksi untuk seri helikopter sipil, termasuk AC312E, di Tianjin dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu sebelumnya juga telah membangun platform terintegrasi untuk penelitian dan pengembangan helikopter sipil di Tianjin.AC332 baru bertujuan untuk mengatasi kelemahan dalam perlengkapan alat penyelamatan penerbangan darurat China saat ini, dan telah menunjukkan kinerja dataran tinggi yang sangat baik di subdivisi helikopter berbobot 4 ton, ujar Li Shengwei, kepala perancang helikopter tersebut.Penerbangan full-state pertama helikopter itu menandai kemajuan dalam pembangunan sistem penyelamatan udara darurat China dan operasi lalu lintas udara di daerah dataran tinggi, kata Li.Dalam menindaklanjuti proposal untuk meningkatkan sistem manajemen darurat nasional melalui upaya memperkuat dan menyempurnakan sistem penyelamatan udara serta kapabilitasnya sebagaimana tertuang dalam Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) China, industri penerbangan negara itu telah mendorong kemajuan berkelanjutan dari pesawat-pesawat yang dikembangkan secara mandiri, termasuk helikopter, kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicles/UAV) berukuran besar, dan pesawat amfibi berukuran besar.Beberapa helikopter sipil yang mampu menerbangkan misi penyelamatan darurat, seperti AC352 dan AC313A, membuat kemajuan pesat dengan langkah-langkah signifikan yang diambil dalam pengembangannya, ungkap AVIC.Produsen pesawat itu mengungkapkan bahwa helikopter AC332 diharapkan mendapatkan sertifikat tipenya pada 2025.Diproduksi oleh Xinhua Global ServiceBagikan

Komentar
Berita Terkait

WWF laporkan penurunan dramatis spesies darat seluruh dunia sejak 1970
Indonesia
•
11 Sep 2020

China luncurkan ‘backbone’ Internet generasi mendatang berkecepatan ultratinggi
Indonesia
•
14 Nov 2023

Feature – Bus listrik China dorong aksi iklim di COP28
Indonesia
•
10 Dec 2023

Feature – China promosikan bambu sebagai pengganti plastik yang ramah lingkungan
Indonesia
•
07 Jun 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
