
PM Hongaria tolak upaya integrasi Ukraina ke NATO dan UE

Foto yang dirilis oleh Kantor Pers Perdana Menteri Hongaria ini menunjukkan Perdana Menteri Viktor Orban berpidato saat hari libur nasional Hongaria di Budapest, Hongaria, pada 15 Maret 2025. (Xinhua/MTI/Vivien Cher Benko)
Hongaria ingin mencegah pembentukan hubungan institusional antara Ukraina dan NATO dan EU, dengan alasan bahwa perkembangan semacam itu dapat memicu konflik dan ketidakstabilan finansial di kawasan.
Budapest, Hongaria (Xinhua/Indonesia Window) – Hongaria akan berupaya menghalangi integrasi Ukraina ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) dan Uni Eropa (UE) dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) penting kedua blok Barat tersebut pekan ini, demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban dalam sebuah unggahan di media sosial pada Senin (23/6) malam waktu setempat.Orban mengatakan bahwa Hongaria ingin mencegah pembentukan hubungan institusional antara Ukraina dan kedua organisasi tersebut, dengan alasan bahwa perkembangan semacam itu dapat memicu konflik dan ketidakstabilan finansial di kawasan.Dia mendeskripsikan potensi keanggotaan Ukraina di NATO sebagai "ancaman langsung dan nyata" mengingat adanya komitmen pertahanan kolektif dalam aliansi tersebut. PM itu juga menambahkan bahwa aksesi Ukraina ke UE akan menjadi "ancaman tidak langsung yang berkelanjutan" dan dapat memicu eskalasi kapan saja.PM Orban mengatakan bahwa dia meyakini keanggotaan Ukraina di UE dapat berdampak negatif terhadap perekonomian Hongaria dengan merugikan kepentingan para petani, menurunkan upah, merebut lapangan kerja dari para pekerja Hongaria, serta mengalihkan dana dari Hongaria ke Ukraina.Mengacu pada KTT NATO di Den Haag yang digelar dari Selasa (24/6) hingga Rabu (25/6) dan KTT UE di Brussel pada Kamis (26/6) hingga Jumat (27/6), Orban mengatakan bahwa Hongaria akan menghadapi "arus deras" di masa depan dengan pengalaman dan keteguhan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Masjidil Haram siap terima jamaah selama 10 hari terakhir Ramadhan
Indonesia
•
10 Apr 2023

Gelombang 50.000 migran guncang Ceuta, Swedia dan Finlandia mulai waspadai ancaman keamanan
Indonesia
•
01 Aug 2026

Peringati 105 tahun CPC, Xi Jinping serukan China terus melaju jadi negara sosialis modern
Indonesia
•
02 Jul 2026

Wilayah Makkah umumkan dimulainya kembali izin Iftar Sayim
Indonesia
•
19 Mar 2021


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
