
Putin sebut hubungan Rusia-China faktor penstabil di kancah internasional

Vladimir Putin menggelar konferensi pers di posko pemenangannya di Moskow, Rusia, pada 18 Maret 2024. (Xinhua/Cao Yang)
Hubungan Rusia dan China menjadi faktor penstabil di kawasan Eurasia, dan telah berkembang dengan baik selama dua dekade terakhir.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Hubungan antara Rusia dan China menjadi faktor penstabil di kawasan Eurasia, demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (18/3) saat menanggapi pertanyaan dari reporter Xinhua.Dalam sebuah konferensi pers setelah selesainya pemilihan presiden Rusia, Putin mengatakan bahwa hubungan antara kedua negara telah berkembang dengan baik selama dua dekade terakhir. "Mereka sangat stabil, mereka saling melengkapi," katanya."Yang paling penting adalah kesamaan kepentingan negara. Ini menciptakan suasana yang sangat baik untuk memecahkan masalah bersama di bidang hubungan internasional," lanjut sang presiden Rusia.Putin mengungkapkan bahwa China sangat aktif di kancah internasional dan meraih kesuksesan besar. "China memiliki banyak kawan di seluruh dunia," tambahnya.
Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 24 Mei 2023. (Xinhua/Huang Jingwen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Slovakia tangguhkan impor biji-bijian dari Ukraina, buka transit ke negara-negara ketiga
Indonesia
•
19 Apr 2023

Apple hentikan penjualan produk di Rusia
Indonesia
•
02 Mar 2022

Jumlah jamaah umroh semakin banyak dalam tiga bulan mendatang
Indonesia
•
12 Jan 2022

Erdogan sebut Macron butuh perawatan mental karena menyudutkan Muslim
Indonesia
•
25 Oct 2020


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

Menteri kabinet senior Inggris desak PM Starmer tetapkan jadwal pengunduran dirinya
Indonesia
•
12 May 2026

Trump sebut gencatan senjata AS-Iran dalam kondisi "sangat kritis" saat diplomasi berlanjut
Indonesia
•
12 May 2026
