
Ikan langka ditemukan di anak-anak Sungai Yangtze di Provinsi Shaanxi, China

Foto dari udara yang diabadikan pada 4 Maret 2021 ini menunjukkan pemandangan waduk Ankang di Sungai Hanjiang di Ankang, Provinsi Shaanxi, China barat laut. (Xinhua/Tao Ming)
Hucho taimen, spesies ikan langka yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di China, telah ditemukan di anak-anak Sungai Yangtze di Provinsi Shaanxi, China barat laut.
Xi'an, China (Xinhua/Indonesia Window) – Hucho taimen, spesies ikan langka yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di China, telah ditemukan di anak-anak Sungai Yangtze di Provinsi Shaanxi, China barat laut, ungkap departemen pertanian dan urusan pedesaan provinsi itu pada Kamis (8/8).Sejak diberlakukannya larangan penangkapan ikan selama 10 tahun di Cekungan Sungai Yangtze, jaringan perlindungan sepanjang 478 kilometer telah didirikan di sepanjang anak-anak Sungai Yangtze di provinsi itu guna memberikan perlindungan komprehensif bagi pemulihan populasi satwa akuatik, ujar Zhao Yi, pejabat di departemen tersebut."Hasil pemantauan sumber daya hayati akuatik menunjukkan bahwa saat ini, jenis organisme akuatik di cekungan Sungai Hanjiang, Sungai Jialing, dan Sungai Danjiang telah meningkat. Pada 2023, spesies ikan yang dipantau di anak-anak Sungai Yangtze tersebut bertambah 15 spesies dibandingkan dengan 2022. Sejak 2021, beberapa populasi Hucho taimen telah teramati beberapa kali," imbuh Zhao.Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 20 juta ikan komersial dan lebih dari 80.000 satwa akuatik yang langka dan terancam punah telah dilepasliarkan di anak-anak Sungai Yangtze di Shaanxi.Provinsi itu juga telah melakukan restorasi pada habitat-habitat satwa liar akuatik utama di cekungan Sungai Yangtze.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tiga ilmuwan raih Penghargaan Nobel Kimia berkat temuan terkait protein
Indonesia
•
11 Oct 2024

Misi antariksa gabungan China-Eropa masuki tahap model penerbangan
Indonesia
•
19 Jul 2023

Studi jelaskan mengapa penguin yang terancam punah korbankan telur pertama dan erami telur kedua
Indonesia
•
13 Oct 2022

Mongolia Dalam duduki peringkat teratas penyerap karbon di China dari hutan, padang rumput dan lahan basah
Indonesia
•
07 Aug 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
