
Spesies ikan baru ditemukan di Laut China Selatan

Foto dokumentasi yang diabadikan pada April 2023 ini menunjukkan ikan jabad atau 'tilefish' Mononoke (Branchiostegus sanae), spesies ikan baru yang ditemukan oleh tim peneliti China di Laut China Selatan. (Xinhua/Universitas Zhejiang)
Ikan jabad Mononoke, yang panjangnya dapat mencapai lebih dari 40 sentimeter, merupakan penemuan langka untuk spesies ikan berukuran sedang hingga besar dalam beberapa tahun terakhir.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China berhasil menemukan spesies ikan baru yang diberi nama ikan jabad atau tilefish Mononoke (Branchiostegus sanae), di Laut China Selatan.Temuan tersebut dipublikasikan pada Rabu (12/2) di jurnal taksonomi internasional Zookeys.Tim peneliti dari Institut Oseanologi Laut China Selatan di Akademi Ilmu Pengetahuan China, Universitas Zhejiang, dan Universitas Kelautan China tersebut mengidentifikasi spesies baru itu di area lereng benua antara Pulau Hainan dan Xisha Qundao di kedalaman sekitar 200 meter.Huang Haochen, penulis pertama studi tersebut, mengatakan bahwa spesies baru itu, seperti ikan jabad laut dalam lainnya, merupakan spesies yang penting secara ekonomi. Meskipun memiliki nilai dalam industri kuliner, penelitian ilmiah yang dilakukan terhadap ikan laut dalam itu masih terbatas.Dikenal secara lokal sebagai ‘ikan hantu berkepala kuda’ karena bentuk kepalanya yang khas, spesies baru itu sudah lama diketahui oleh para nelayan di sepanjang perairan Laut China Selatan. Para peneliti mengumpulkan spesimen pada 2023, yang memungkinkan dilakukannya studi terperinci.Ikan jabad Mononoke menunjukkan perbedaan morfologi dan genetik yang signifikan dari spesies ikan jabad lainnya. Meskipun semua spesimen yang diketahui dikumpulkan di area-area antara Daerah Otonom Etnis Li Lingshui di Hainan dan Xisha Qundao, spesies baru itu diyakini menghuni kawasan lereng sebelah barat laut di Laut China Selatan, menurut Chen Jingxuan, penulis kedua studi tersebut.Dengan penemuan ini, jumlah spesies ikan jabad yang diketahui di perairan China bertambah menjadi enam spesies. Ikan jabad Mononoke, yang panjangnya dapat mencapai lebih dari 40 sentimeter, merupakan penemuan langka untuk spesies ikan berukuran sedang hingga besar dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian lanjutan mengenai biologi dan sejarah evolusi ikan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati lokal dan perikanan global yang berkelanjutan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap grafena dapat ekstrak emas dari limbah elektronik secara efisien
Indonesia
•
16 Aug 2022

Fosil terumbu karang berusia 350 juta tahun ditemukan di China tengah
Indonesia
•
03 Apr 2024

IAEA sebut ketinggian air di kolam pendingin PLTN Zaporizhzhia terus menurun
Indonesia
•
05 Aug 2024

Greenland pernah tanpa es, suhunya bisa terulang di abad ini
Indonesia
•
06 Jan 2026


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
