
China pulihkan reproduksi alami ikan sturgeon Yangtze di alam liar

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2022 ini menunjukkan sejumlah ikan sturgeon Yangtze di basis penangkaran ikan langka di Waduk Tiga Ngarai di Chongqing, China barat daya. (Xinhua/Tang Yi)
Ikan sturgeon Yangtze kehilangan kemampuan alaminya untuk bereproduksi di alam liar sejak tahun 2000 yang antara lain disebabkan oleh aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan dan pencemaran air.
Beijing, China (Xinhua) – China baru-baru ini membuat terobosan besar dalam upaya perlindungan ikan sturgeon Yangtze, spesies terancam punah yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di China, dengan hasil pengujian terbaru menunjukkan bahwa ikan langka tersebut mampu bereproduksi secara alami di alam liar.Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China pada Senin (27/3) mengungkapkan bahwa proses ovulasi dan pembuahan alami sturgeon Yangtze terekam oleh kamera bawah air saat pengujian dilakukan pekan lalu, dan telur-telur yang dihasilkan menetas menjadi bibit pada Jumat (24/3).Pengujian tersebut diluncurkan pada Juli 2022 di salah satu anak sungai Yangtze di wilayah Jiang'an, Provinsi Sichuan, China barat daya. Pada 19 Maret lalu, 20 ekor sturgeon yang dewasa secara seksual, dengan 10 ikan jantan dan 10 ikan betina, ditempatkan di keramba jaring yang dipantau selama 24 jam.Keberhasilan pengujian itu membuktikan bahwa individu dewasa dalam populasi ikan sturgeon Yangtze artifisial itu memiliki kemampuan untuk bereproduksi di alam liar. Ini menjadi fondasi bagi restorasi penuh reproduksi alami spesies tersebut di Sungai Yangtze.Ikan sturgeon Yangtze kehilangan kemampuan alaminya untuk bereproduksi di alam liar sejak tahun 2000 yang antara lain disebabkan oleh aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan dan pencemaran air. Spesies tersebut dinyatakan punah di alam liar oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) pada Juli tahun lalu.Dengan terobosan terbaru ini, pihak kementerian mengatakan bahwa upaya lebih lanjut akan dilakukan demi memperluas pengujian reproduksi alami tersebut, meningkatkan populasinya di alam liar, serta memulihkan habitatnya dengan harapan dapat membentuk populasi alami yang mampu bertahan hidup secara mandiri sejak dini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian Australia ungkap pengurutan genom dapat selamatkan lebih banyak nyawa bayi baru lahir
Indonesia
•
11 Oct 2025

Limbah cangkang diubah jadi batu bata ramah lingkungan di Taiwan
Indonesia
•
01 Oct 2022

Sistem pemantauan proses daur ulang kurangi sampah plastik di Taiwan
Indonesia
•
05 Oct 2022

Sawah berusia lebih dari 5.300 tahun ditemukan di Zhejiang, China timur
Indonesia
•
10 Dec 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
