
Ilmuwan temukan bukti baru terkait kelayakan huni bulan planet Saturnus

Seorang anak laki-laki mengamati partikel halus yang dikeluarkan oleh model "Bulan Planet Saturnus (Enceladus)" di Laboratorium Propulsi Jet milik NASA di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 12 Oktober 2014. (Xinhua/Yang Lei)
Bulan planet Saturnus, Enceladus, memiliki potensi kehidupan, meskipun fosfor – elemen kehidupan yang penting dari tulang, membran sel, dan DNA pada manusia serta hewan – belum ditemukan secara eksplisit.
Beijing, China (Xinhua) – Enceladus, bulan dari planet Saturnus, memiliki potensi kelayakan untuk dihuni yang lebih besar karena wilayah lautnya kemungkinan kaya akan fosfor larut, elemen kehidupan yang penting tetapi sebelumnya tidak terdeteksi di planet yang berada di tata surya ini, menurut sebuah studi baru.Enceladus, bulan kedua yang ditemukan di sekeliling Saturnus, memiliki cangkang es tebal di tengah lautan subglasial, membentuk gumpalan yang berdasarkan penemuan para ilmuwan mengandung lima elemen dasar kehidupan, yaitu karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, dan belerang. Namun, unsur esensial fosfor belum ditemukan.Karena tidak adanya unsur fosfor, yang merupakan komponen penting dari tulang, membran sel, dan DNA pada manusia serta hewan, Enceladus sebelumnya dianggap tidak dapat dihuni oleh komunitas ilmiah internasional.Namun, sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh sejumlah ilmuwan China mematahkan temuan sebelumnya dengan mengklaim bahwa mereka menemukan unsur fosfor dalam bentuk fosfat di wilayah laut bulan tersebut.Dalam studi tersebut, para peneliti menciptakan model interaksi air laut-batuan untuk menyimulasikan geokimia dasar laut berbatu Enceladus."Air laut di planet ini diketahui mengandung alkali yang tinggi (sangat asin) dan tidak mengandung oksigen, mirip dengan air soda yang diminum orang-orang di Bumi," kata kepala peneliti Hao Jihua dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China.Dalam lingkungan ‘soda’ seperti itu, dibutuhkan sekitar 100.000 tahun bagi fosfor untuk larut dari batuan Enceladus ke laut.Hao mengatakan bahwa lautan air cair kemungkinan telah ada selama lebih dari 100 juta tahun di Enceladus. Mengingat potensi riwayatnya yang lama, batuan di planet ini diperkirakan akan melepaskan fosfor dalam jumlah besar ke lautan.Studi ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America yang telah melalui penelaahan sejawat (peer review).Kendati fosfor belum ditemukan secara eksplisit, penelitian ini memberikan referensi ilmiah untuk eksplorasi di masa depan mengenai potensi kehidupan di bulan dari planet Saturnus, Enceladus, menurut para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China identifikasi evolusi virus flu burung H5N1
Indonesia
•
11 Jul 2022

China tawarkan peluang kerja sama internasional melalui misi Chang'e di Bulan
Indonesia
•
25 Nov 2022

COVID-19 – Rusia kembangkan obat mengandung antibodi untuk pengobatan
Indonesia
•
10 Nov 2021

China izinkan spektrum 6GHz untuk sistem 5G dan 6G
Indonesia
•
29 Jun 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
