IMF turunkan proyeksi pertumbuhan global 2023 jadi 2,7 persen

Foto yang diabadikan pada 19 April 2022 ini memperlihatkan Kantor Pusat IMF di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)
Proyeksi pertumbuhan global IMF 2023 menunjukkan bahwa ekonomi dunia akan tumbuh sebesar 3,2 persen tahun ini dan 2,7 persen pada 2023, dengan revisi penurunan 0,2 poin persentase untuk 2023 dibandingkan dengan proyeksi pada Juli 2022.
Washington, AS (Xinhua) – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada Selasa (11/10) memproyeksikan bahwa ekonomi global akan tumbuh sebesar 3,2 persen tahun ini dan 2,7 persen pada 2023, dengan revisi penurunan 0,2 poin persentase untuk 2023 dibandingkan dengan proyeksi pada Juli, menurut laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru.Ekonomi global mengalami "sejumlah tantangan yang bergejolak," di saat inflasi yang lebih tinggi dibanding inflasi lainnya yang terjadi dalam beberapa dekade, pengetatan kondisi keuangan di sebagian besar kawasan, konflik Rusia-Ukraina, dan pandemik COVID-19 berkepanjangan berdampak besar terhadap prakiraan tersebut, menurut laporan itu."Ini adalah profil pertumbuhan terlemah sejak 2001 kecuali krisis keuangan global dan fase akut pandemi COVID-19 dan mencerminkan perlambatan signifikan bagi ekonomi-ekonomi terbesar," menurut laporan itu.Kontraksi dalam produk domestik bruto (PDB) riil yang berlangsung setidaknya selama dua kuartal berturut-turut (yang oleh beberapa ekonom disebut sebagai "resesi teknis") terlihat di beberapa titik selama 2022-2023 di sekitar 43 persen ekonomi, yang mencakup lebih dari sepertiga PDB dunia, menurut laporan itu.Seraya menyatakan bahwa risiko terhadap prakiraan itu masih sangat besar dan mengarah ke aspek negatif, laporan WEO terbaru itu menyebutkan bahwa kebijakan moneter bisa saja salah mengalkulasikan posisi yang tepat untuk mengurangi inflasi, semakin banyak guncangan harga energi dan pangan dapat menyebabkan inflasi bertahan lebih lama, dan pengetatan global dalam kondisi keuangan dapat memicu tekanan utang emerging market yang meluas.IMF memperingatkan bahwa fragmentasi geopolitik dapat menghalangi perdagangan dan arus modal, semakin menghambat kerja sama kebijakan iklim."Keseimbangan risiko bergerak dengan kuat ke sisi negatif, dengan sekitar 25 persen peluang pertumbuhan global satu tahun ke depan turun ke angka bawah 2,0 persen, dalam persentil ke-10 dari hasil pertumbuhan global sejak 1970," ungkap laporan itu."Risiko kesalahan kalibrasi kebijakan moneter, fiskal, atau keuangan meningkat tajam di tengah ketidakpastian yang tinggi dan kerentanan yang meningkat," kata kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam konferensi pers pada Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2022 pada Selasa (11/10)."Kondisi keuangan global dapat memburuk, dan dolar AS semakin menguat, jika gejolak di pasar keuangan meledak," kata kepala ekonom IMF itu, seraya menyatakan bahwa ini akan secara signifikan menambah tekanan inflasi dan kerentanan keuangan di seluruh dunia, terutama emerging market dan ekonomi berkembang.Inflasi kemungkinan akan, sekali lagi, terbukti lebih persisten, terutama jika pasar tenaga kerja tetap sangat ketat, kata Gourinchas.Terakhir, perang di Ukraina masih berkecamuk dan eskalasi lebih lanjut dapat memperburuk krisis energi, imbuhnya.
Foto yang diabadikan pada 26 Juli 2022 ini memperlihatkan layar yang menampilkan kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas berbicara dalam konferensi pers virtual di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Perjanjian perdagangan bebas Filipina-Korsel capai tahap akhir
Indonesia
•
15 Mar 2023

Minyak naik ke tertinggi 7-tahun di tengah ketegangan Rusia-Ukraina
Indonesia
•
14 Feb 2022

Harga batu bara Maret turun jadi 84,49 dolar AS per ton
Indonesia
•
03 Mar 2021

Halal Indonesia Goes Regional: Perluasan kawasan industri halal ke Asia dan Timur Tengah
Indonesia
•
27 Aug 2025
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
