
IMO peringatkan kapal jangan melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan

Foto yang diabadikan menggunakan kamera ponsel ini menunjukkan sejumlah kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz, di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) pada Selasa (9/6) memperingatkan agar kapal tidak mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan yang kredibel, menekankan tidak ada pertimbangan komersial apa pun yang dapat menjustifikasi keputusan yang dapat menempatkan para awak kapal dalam bahaya ekstrem.
"Saya semakin prihatin mendengar kabar bahwa kapal-kapal terus berupaya melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan yang kredibel," kata Sekjen IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan.
Dominguez mengatakan para awak kapal telah terbunuh, terluka, dan ditahan dalam sejumlah insiden baru-baru ini, sementara situasi keamanan di kawasan tersebut tetap sangat tidak stabil dan minim jaminan yang andal untuk pelayaran yang aman.
"Prioritas utama saya adalah keselamatan dan nyawa para awak kapal yang ditempatkan dalam situasi ini," katanya, seraya menambahkan, awak kapal tidak boleh ditempatkan dalam risiko bahaya yang sudah jelas ada, signifikan, dan di luar jangkauan mitigasi.
Sekjen IMO itu menekankan bahwa kapten kapal dan perusahaan pelayaran memikul tanggung jawab utama atas perencanaan pelayaran dan penilaian risiko dalam kerangka manajemen keselamatan dan keamanan internasional.
"Tidak ada pertimbangan komersial atau operasional apa pun yang dapat menjustifikasi keputusan untuk menempatkan para awak kapal dalam risiko sebesar itu. Perlindungan terhadap nyawa mereka harus tetap menjadi prioritas utama di setiap saat," katanya.
Dia juga menyerukan kepada semua pemangku kepentingan untuk bertindak secara bertanggung jawab dan mendesak semua pihak untuk tidak mengambil tindakan yang dapat membahayakan para pelaut sipil.
Menurut data IMO, hingga 9 Juni, total 42 insiden maritim telah dikonfirmasi sejak pecahnya konflik pada akhir Februari, yang mengakibatkan 11 korban jiwa di kalangan pelaut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan serukan warganya tinggalkan Ukraina di tengah meningkatnya ketegangan
Indonesia
•
12 Feb 2022

Palestina akan serahkan peluru yang tewaskan Shireen Abu Akleh kepada otoritas AS
Indonesia
•
03 Jul 2022

COVID-19 – Peneliti: Rusia bisa capai kekebalan kawanan tahun ini
Indonesia
•
21 Aug 2021

Putin sebut 50.000 tentara Rusia diterjunkan lawan unit tempur Ukraina
Indonesia
•
08 Nov 2022


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
