
India petik pelajaran dari kisah sukses pengentasan kemiskinan di China

Foto dari udara yang diabadikan pada 28 April 2020 ini menunjukkan pemandangan sebuah area relokasi pengentasan kemiskinan di wilayah Nandan, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Cao Yiming)
Pengentasan kemiskinan di China ditopang dua pilar, yakni pesatnya pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh transformasi ekonomi secara luas, serta rangkaian kebijakan pemerintah yang berfokus pada rumah tangga miskin terlepas dari lokasinya.
New Delhi, India (Xinhua) – India dapat memetik pelajaran dari kisah sukses pengentasan kemiskinan China dalam upaya negara Asia Selatan itu untuk mengentaskan kemiskinan, tulis surat kabar Indian Express dalam sebuah laporan terbaru bertajuk ‘Bagaimana China mengalahkan kemiskinan ekstrem; dan pelajaran apa yang dapat dipetik oleh India darinya’ (How China beat extreme poverty; and what lessons it holds for India).Pada 2021, China mendeklarasikan bahwa pihaknya berhasil memberantas kemiskinan ekstrem berdasarkan ambang batas kemiskinan nasionalnya, membebaskan sekitar 770 juta warga dari kemiskinan sejak 1978 dan membangun masyarakat yang makmur secara moderat dalam segala aspek, papar artikel itu, mengutip salah satu laporan Bank Dunia.Itu berarti China setiap tahunnya membebaskan rata-rata 19 juta warga miskin dari kemiskinan ekstrem dalam 40 tahun terakhir, sebut artikel itu pada 10 Oktober."Keberhasilan China dalam mengurangi kemiskinan bergantung pada dua pilar," urai laporan itu. Pilar pertama adalah pesatnya pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh transformasi ekonomi secara luas. Sementara pilar kedua adalah rangkaian kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, yang pada awalnya menyasar daerah-daerah yang kurang beruntung akibat faktor geografi dan minimnya peluang ekonomi, tetapi kemudian berfokus pada rumah tangga miskin terlepas dari lokasinya.Keberhasilan China mendapat keuntungan dari tata kelola efektif "yang menjadi kunci bagi kesuksesan penerapan strategi pertumbuhan serta serangkaian kebijakan pengentasan kemiskinan tertarget yang terus berkembang," sebut laporan itu, mengutip laporan Bank Dunia.Mengutip data dari laporan terbaru Bank Dunia tentang kemiskinan global, artikel itu menyebutkan bahwa India memiliki warga miskin dengan jumlah terbanyak di dunia.Laporan Bank Dunia itu menemukan bahwa jumlah warga India yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, dan bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari 46 rupee India (sekira 8.700 rupiah) per hari, bertambah 56 juta pada 2020. Sementara itu, hampir 600 juta warga India bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari 84 rupee India (sekira 15.815 rupiah) per hari, papar laporan itu.*1 rupee India = 189 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UU perpajakan AS berpotensi buat kesenjangan ekonomi warga Afrika-Amerika dan kulit putih
Indonesia
•
22 Feb 2023

Utang rumah tangga Swedia yang belum lunas tembus rekor tertinggi
Indonesia
•
27 Jan 2023

Singapura perkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 hingga 3 persen pada 2024
Indonesia
•
17 Feb 2024

IMF pangkas proyeksi pertumbuhan global 2025 jadi 2,8 persen di tengah kenaikan tarif
Indonesia
•
24 Apr 2025


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
