
Studi ungkap AS patut disalahkan atas penyakit hewan yang picu kematian manusia

Seorang warga menggendong seekor kucing di area tenda tempat para korban kebakaran hutan Camp Fire di Chico, Butte County, California, Amerika Serikat, pada 22 November 2018. (Xinhua/Wu Xiaoling)
Industri hewan di Amerika Serikat (AS) membawa risiko pandemik yang serius dan pemerintah AS tidak memiliki strategi yang komprehensif untuk mengatasi ancaman-ancaman ini.
New York City, AS (Xinhua) – Industri hewan di Amerika Serikat (AS) membawa risiko pandemik yang serius dan pemerintah AS tidak memiliki strategi yang komprehensif untuk mengatasi ancaman-ancaman ini, demikian disimpulkan dalam sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Harvard Law School dan Universitas New York."Laporan itu menyatakan bahwa masalah ini nyata dan banyak interaksi berisiko tinggi antara manusia dan hewan yang terjadi secara rutin dan lazim di AS berpotensi memicu pandemi di masa depan," ungkap sekolah hukum itu di situs webnya pada awal Juli lalu dalam liputannya tentang studi tersebut."Semua industri hewan yang diteliti dalam laporan ini jauh lebih tidak terorganisasi dibandingkan yang seharusnya dan jauh di bawah apa yang diyakini publik terkait situasinya saat ini," menurut laporan tersebut. "Saat ini, terdapat kesenjangan signifikan dalam hal pengelolaan yang dapat menyebabkan kebocoran dan penyebaran patogen, menjadikan publik rentan terhadap penyakit zoonosis."Skala penggunaan hewan yang sangat besar dan terus meningkat di AS membuat negara tersebut sangat rentan terhadap wabah zoonosis. Sebagai contoh, AS merupakan pengimpor satwa liar hidup terbesar di dunia, mengimpor lebih dari 220 juta satwa liar per tahun, dengan banyak di antaranya tanpa melalui pemeriksaan kesehatan atau pengujian penyakit, tambah laporan itu.Laporan tersebut merupakan laporan pertama yang secara komprehensif memetakan jaringan perdagangan hewan yang memicu risiko penyakit zoonosis di AS. Studi itu juga menganalisis 36 macam industri hewan, termasuk peternakan bulu, perdagangan hewan peliharaan eksotis, perburuan dan penggunaan perangkap, peternakan industri, produksi ayam rumahan, kebun binatang di pinggir jalan, dan sebagainya, untuk menilai risiko yang dimiliki oleh masing-masing industri tersebut dalam menimbulkan wabah penyakit skala besar.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Shanghai akan gelar pameran netralitas karbon pada Juni 2023
Indonesia
•
02 Apr 2023

China akan perluas saluran untuk tarik bakat asing
Indonesia
•
01 Oct 2021

Laporan arkeologi tentang tiga gua di Gua Mogao dipublikasikan
Indonesia
•
24 Feb 2024

Museum Istana di Beijing integrasikan budaya China dan IPTEK
Indonesia
•
28 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
