
Inflasi Jerman pada Agustus catat rekor, sentuh 7,9 persen

Seorang pria mengisi bahan bakar kendaraan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Berlin, Jerman, pada 5 September 2022. (Xinhua/Ren Pengfei)
Inflasi Jerman pada Agustus yang mencapai 7,9 persen - kedua kalinya tahun ini - terutama disebabkan masih meningkatnya harga produk energi dan pangan.
Berlin, Jerman (Xinhua) – Inflasi di perekonomian terbesar Eropa melonjak ke level rekor 7,9 persen untuk kedua kalinya di tahun ini pada Agustus, seperti diungkapkan Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) pada Selasa (13/9).Langkah-langkah pemerintah seperti tiket murah senilai 9 euro (sekira 134.500 rupiah) untuk transportasi umum dan diskon bahan bakar memiliki "efek penurunan yang kecil terhadap inflasi keseluruhan," kata Presiden Destatis Georg Thiel, dengan kenaikan harga untuk transportasi secara bertahap melambat dari 16,3 persen pada Mei menjadi 3,7 persen pada Agustus.Namun, diskon bahan bakar di Jerman berakhir pada pekan lalu, dan harga di stasiun pengisian bahan bakar langsung melonjak. Harga bensin standar adalah 1,99 euro per liter, atau 21,6 sen lebih mahal dibandingkan pada akhir Agustus. Sementara itu, harga minyak solar naik 8,2 sen menjadi 2,16 euro, menurut German Automobile Club (ADAC)."Alasan utama inflasi yang tinggi adalah masih meningkatnya harga untuk produk energi dan pangan," ujar Thiel. Sementara harga pangan naik 16,6 persen secara tahunan (year on year), harga energi meningkat lebih dari empat kali lebih cepat dari laju tingkat inflasi, dan naik 35,6 persen "meskipun ada langkah-langkah bantuan."Tanpa kenaikan harga energi dan pangan, inflasi harga konsumen keseluruhan di Jerman akan menjadi 4,4 poin persentase lebih rendah, menurut Destatis.
Telur dijual di sebuah pasar swalayan di Berlin, Jerman, pada 6 September 2022. (Xinhua/Ren Pengfei)
Foto yang diabadikan pada 29 Juli 2022 ini menunjukkan pemandangan malam hari di Katedral Berlin di Berlin, Jerman. Sejumlah bangunan landmark di seluruh Jerman mengurangi penerangan malam hari mereka untuk menghemat listrik. (Xinhua/Ren Pengfei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Produksi B30 serap lebih banyak minyak nabati
Indonesia
•
03 Feb 2020

FAO: Harga pangan global melonjak 14,3 persen pada 2022
Indonesia
•
07 Jan 2023

RCEP jadi "peluang baru" untuk ekonomi digital dan ekonomi hijau di Asia-Pasifik
Indonesia
•
05 Jul 2023

Minyak naik tipis karena permintaan konsumen dan persediaan menurun
Indonesia
•
16 Dec 2021


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
