
Inggris akan akui Negara Palestina kecuali Israel berkomitmen pada perdamaian jangka panjang

Orang-orang berjalan di Jembatan Westminster di London, Inggris, pada 8 Desember 2024. (Xinhua/Li Ying)
Inggris menuntut Israel untuk segera mengambil langkah substantif guna mengakhiri "situasi memprihatinkan di Gaza" dan berkomitmen pada tujuan perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan.
London/PBB, London (Xinhua/Indonesia Window) – Downing Street pada Selasa (29/7) menuntut Israel untuk segera mengambil langkah substantif guna mengakhiri "situasi memprihatinkan di Gaza" dan berkomitmen pada tujuan perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan. Jika tidak, pemerintah Inggris pada September nanti akan mengakui Negara Palestina demi "melindungi kelangsungan solusi dua negara."Dalam pernyataannya, Downing Street meminta Israel untuk segera mengizinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza demi mencegah bencana kelaparan di wilayah kantung tersebut, serta mendesak Israel agar menyetujui gencatan senjata dan secara tegas menyatakan tidak akan ada aneksasi di Tepi Barat.Pernyataan itu juga meminta Hamas untuk segera membebaskan semua sandera.Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menjelaskan lebih lanjut tentang sifat bersyarat dari pengakuan status kenegaraan Palestina ini dalam konferensi pers pada Selasa. Dia menjelaskan bahwa tujuan utama pemerintah Inggris adalah mengubah realitas di lapangan, dan "persyaratan ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan tersebut."Starmer juga mengungkapkan latar belakang pemilihan waktu dari pernyataan tersebut. "Saya sangat khawatir gagasan solusi dua negara saat ini akan makin surut dan makin tenggelam dibandingkan bertahun-tahun yang lalu," ujarnya."Tidak ada solusi yang lebih baik bagi masa depan kawasan tersebut selain solusi dua negara." Menurut solusi tersebut, Israel dapat memiliki perbatasan yang aman dan diakui serta dapat hidup damai dengan tetangga mereka, bebas dari ancaman terorisme. Sementara itu, warga Palestina hidup di negara mereka sendiri, dengan bermartabat dan aman, serta bebas dari pendudukan. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Lammy pada Selasa dalam konferensi internasional tingkat tinggi mengenai "Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara" yang diadakan di markas besar PBB.
Seorang warga Palestina berpartisipasi dalam aksi demonstrasi menentang perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dan kebijakan kelaparan yang diberlakukan terhadap penduduk Gaza di Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, pada 29 Juli 2025. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Satelit Taiwan kumpulkan 10 juta data meteorologi
Indonesia
•
01 Dec 2019

China luncurkan rencana aksi penyempurnaan infrastruktur lingkungan yang komprehensif
Indonesia
•
27 Aug 2023

Satu-satunya saluran TV nasional Lebanon ditutup sementara karena masalah gaji
Indonesia
•
14 Aug 2023

UE dan sekutu NATO bersatu dukung Greenland di tengah meningkatnya ketegangan di Arktika
Indonesia
•
15 Jan 2026


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
