
Sekjen PBB ajukan proposal kepada presiden Rusia terkait kesepakatan biji-bijian

Foto kombinasi ini memperlihatkan sosok Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Xinhua)
Rusia dan Ukraina menandatangani Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam secara terpisah dengan Turkiye dan PBB di Istanbul pada Juli 2022, yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina dan produk pertanian lainnya dari pelabuhan Laut Hitam.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa (11/7) mengirim surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, mengajukan proposal untuk implementasi lanjutan dari perjanjian ekspor pangan dan pupuk dari Rusia dan Ukraina, demikian disampaikan juru bicara PBB pada Rabu (12/7).Dalam surat itu, Guterres menguraikan sebuah proposal "yang bertujuan untuk menyelaraskan implementasi lanjutan yang penting dari Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) itu dengan kebutuhan vital untuk menjaga Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Initiative) tetap beroperasi," kata Stephane Dujarric, juru bicara PBB, kepada wartawan.Tujuannya adalah untuk menghilangkan rintangan yang memengaruhi transaksi keuangan melalui Bank Pertanian Rusia, isu utama yang diungkapkan oleh Rusia, dan secara bersamaan memungkinkan kelanjutan aliran biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam, ujarnya."Sekjen PBB tetap berkomunikasi dengan semua pihak terkait dalam isu ini dan menyatakan kesediaannya untuk terlibat lebih jauh dalam proposalnya dengan Federasi Rusia," kata Dujarric.Rusia dan Ukraina menandatangani Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam secara terpisah dengan Turkiye dan PBB di Istanbul pada Juli 2022, yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina dan produk pertanian lainnya dari pelabuhan Laut Hitam.Inisiatif tersebut, yang awalnya berlaku selama 120 hari, diperpanjang pada pertengahan November 2022 selama 120 hari hingga 18 Maret 2023. Saat itu, Rusia hanya setuju memperpanjang kesepakatan selama 60 hari. Pada 17 Mei, Rusia setuju memperpanjang kesepakatan selama 60 hari lagi.Sebagai kesepakatan paralel, Rusia dan PBB menandatangani sebuah MoU tentang fasilitasi ekspor pangan dan pupuk Rusia. Namun, hanya sedikit kemajuan yang berhasil dicapai pada bagian kesepakatan ini, memicu ketidakpuasan dari Rusia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekonom sebut konflik Timur Tengah akan dorong kenaikan harga energi di seluruh Eropa
Indonesia
•
03 Mar 2026

PM Kanada pertahankan nama ‘Danau Ontario’ usai Trump teken perintah perubahan nama
Indonesia
•
28 Aug 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026

Blokade laut AS dicabut segera, perjanjian damai ditandatangani 19 Juni
Indonesia
•
15 Jun 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
