Serangan Israel di Qatar berpotensi buka babak baru yang berbahaya dalam konflik Gaza

Petugas keamanan terlihat di dekat lokasi serangan udara Israel di Doha, Qatar, pada 9 September 2025. (Xinhua/Nikku)
Serangan Israel terhadap Qatar berpotensi membuka babak baru yang berbahaya dalam konflik Gaza, yang secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas regional.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Serangan Israel terhadap Qatar berpotensi membuka babak baru yang berbahaya dalam konflik Gaza, yang secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas regional, demikian peringatan Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo pada Kamis (11/9).Serangan udara Israel di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9) mengejutkan dunia. Insiden itu merupakan eskalasi yang mengkhawatirkan, terutama karena serangan tersebut menargetkan individu-individu yang dilaporkan berkumpul guna membahas proposal terbaru Amerika Serikat (AS) untuk gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, kata DiCarlo kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah taklimat.Kedaulatan dan integritas teritorial negara mana pun, termasuk Qatar, yang merupakan salah satu mitra penting dalam memajukan perdamaian dan resolusi konflik, harus dihormati, kata DiCarlo."Qatar, bersama dengan Mesir dan AS, telah bekerja secara intensif untuk memediasikan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, upaya yang bertujuan untuk mengakhiri penderitaan dan membuka jalan menuju perdamaian," lanjutnya. "Kami sangat berterima kasih atas komitmen Qatar yang teguh dan diplomasi yang konstruktif. Semua pihak harus bertindak untuk mempertahankan upaya-upaya ini."Sangat disesalkan, tindakan Israel itu terjadi pada saat konsultasi yang sedang berlangsung dengan kedua belah pihak, imbuhnya. Setiap tindakan yang melemahkan upaya mediasi dan dialog akan melemahkan kepercayaan terhadap mekanisme yang dipercayai dunia untuk menyelesaikan konflik."Menjaga integritas jalur negosiasi dan mediasi sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan yang dibutuhkan oleh para pihak untuk terlibat dalam dialog yang bermakna. Hal ini juga penting untuk menjaga norma-norma yang mendukung diplomasi dan penciptaan perdamaian," tutur DiCarlo.Solusi berjangka panjang dan adil bagi krisis di Timur Tengah tidak akan lahir dari eskalasi kekerasan dan pertempuran, ujarnya. Dia juga menyerukan kepada semua pemangku kepentingan untuk menahan diri pada saat yang sensitif ini dan berkomitmen kembali pada diplomasi."Urgensi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza tidak pernah sebesar ini," sebut DiCarlo. "Capai kesepakatan. Bebaskan para sandera. Akhiri penderitaan rakyat Gaza."Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kemenlu China: Tidak ada ruang untuk negosiasi atau kompromi soal prinsip Satu China
Indonesia
•
03 Dec 2024

Kota tua Diriyah gerbang lampau menuju masa depan
Indonesia
•
12 Nov 2019

Suhu di Arab Saudi capai 50 derajat Celsius hingga pekan depan
Indonesia
•
19 Jun 2022

Sekjen PBB peringatkan soal eskalasi konflik Ukraina
Indonesia
•
23 Feb 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
