
Pakar sebut teknologi baru bawa peluang dan tantangan bagi praktik demokrasi

Para tamu menghadiri "Forum Internasional tentang Demokrasi: Nilai-Nilai Kemanusiaan Bersama" di Beijing, ibu kota China, pada 20 Maret 2024. (Xinhua/Jin Liangkuai)
Inovasi teknologi yang sangat berpengaruh akan menghasilkan transformasi dalam konten, bentuk, dan pengoperasian hukum, yang akan sangat mendorong demokrasi.
Beijing, China (Xinhua) – Dalam sebuah forum internasional tentang demokrasi yang digelar pada Rabu (20/3) di Beijing, para pakar mendiskusikan bagaimana kemajuan pesat teknologi, seperti internet, mahadata (big data), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi praktik-praktik demokrasi.Inovasi teknologi yang sangat berpengaruh akan menghasilkan transformasi dalam konten, bentuk, dan pengoperasian hukum, yang akan sangat mendorong demokrasi, kata Yang Xiaolei, wakil dekan Institut Kecerdasan Buatan Universitas Peking, dalam subforum dari ‘Forum Internasional tentang Demokrasi: Nilai-Nilai Kemanusiaan Bersama’ ketiga.Teknologi pintar menerobos batas-batas strata sosial tradisional, dan oleh karena itu membantu masyarakat umum memanfaatkan perangkat hukum secara lebih baik, serta meningkatkan transparansi peradilan, kata Yang.Praktik "keadilan digital", seperti platform digital untuk tuntutan hukum yang tersedia setiap saat, menunjukkan percepatan kemajuan China di berbagai bidang, seperti infrastruktur digital untuk tata kelola hukum, tutur Huang Wenyi, dekan sekaligus profesor Fakultas Hukum di Universitas Renmin China. "Ini merupakan tahap baru yang menjanjikan dalam proses demokrasi di China."Selain memuji peran penting teknologi digital dalam memperluas saluran untuk mempraktikkan demokrasi, para peserta forum juga memperingatkan potensi risiko yang ditimbulkan oleh teknologi tersebut.Cesar Landa, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Peru, menyuarakan kekhawatirannya tentang bagaimana kemajuan teknologi menimbulkan berbagai tantangan terhadap pemilihan umum bergaya Barat.Menurut Landa, penggunaan internet harus diatur dengan mematuhi prinsip-prinsip politik yang transparan dan keragaman informasi.Dihadiri oleh 200 lebih tamu dari dalam maupun luar China, forum ini dituanrumahi oleh Departemen Publisitas Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) dan Kantor Informasi Dewan Negara China, serta diselenggarakan bersama oleh Akademi Ilmu Sosial China (Chinese Academy of Social Sciences/CASS), China Media Group, dan China International Communications Group.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Pakar: Gejala Omicron mungkin ringan, tapi tingkat infeksinya menghancurkan
Indonesia
•
10 Dec 2021

Teleskop Webb NASA abadikan potret Pillars of Creation
Indonesia
•
21 Oct 2022

Arkeolog sebut "atap dunia" telah dihuni sejak 50.000 tahun silam
Indonesia
•
25 Jan 2024

Survei garis salju tunjukkan gletser Selandia Baru terus susut
Indonesia
•
27 Mar 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
