
Irak umumkan penarikan penuh pasukan koalisi pimpinan AS dari wilayah federal

Foto yang diabadikan pada 17 Desember 2025 ini menunjukkan sebuah toko yang menjual artefak tembaga di pasar tembaga Safafeer di Baghdad, Irak. (Xinhua/Khalil Dawood)
Irak mengumumkan penarikan penuh penasihat koalisi internasional dari seluruh pangkalan militer dan pusat komando di wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah federal Irak.
Baghdad, Irak (Xinhua/Indonesia Window) – Irak pada Ahad (18/1) mengumumkan penarikan penuh penasihat koalisi internasional dari seluruh pangkalan militer dan pusat komando di wilayah-wilayah yang dikuasai pemerintah federal Irak.
Komisi Militer Tinggi, yang bertugas mengakhiri misi koalisi internasional, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa sejumlah penasihat yang tersisa telah meninggalkan Pangkalan Udara Ayn al-Asad di Irak dan markas Komando Operasi Gabungan, sehingga lokasi-lokasi strategis tersebut berada di bawah kendali penuh pasukan keamanan Irak.
Tahap pertama dari misi militer koalisi internasional untuk memerangi ISIS di wilayah-wilayah federal Irak telah berakhir, dan Irak kini telah beralih ke hubungan keamanan bilateral dengan Amerika Serikat (AS), menurut pernyataan tersebut.
Hubungan ini akan berfokus pada pengaktifan nota kesepahaman untuk kerja sama militer dan pengembangan kemampuan angkatan bersenjata Irak di bidang peralatan, persenjataan, pelatihan, latihan dan manuver, serta operasi gabungan guna memastikan kesiapan yang berkelanjutan dalam memerangi ISIS, papar pernyataan itu.
Tahap kedua dari misi koalisi internasional untuk memerangi ISIS di Suriah telah dimulai, dan koordinasi dengan koalisi itu akan terus berlanjut untuk memastikan kekalahan total ISIS di Suriah, ungkap pernyataan itu lebih lanjut.
Kementerian Pertahanan Irak pada Sabtu (17/1) mengatakan tentara Irak telah mengambil alih kendali penuh atas Pangkalan Udara Ayn al-Asad, pangkalan udara militer terbesar kedua di negara itu, di Provinsi Anbar, Irak barat, setelah penarikan pasukan AS.
Langkah tersebut menyusul pernyataan gabungan Irak dan AS pada September 2024, yang menetapkan jadwal untuk mengakhiri misi koalisi di Irak. Pada 2014, militan ISIS merebut Mosul, kota terbesar kedua di Irak, serta merebut wilayah luas di bagian barat dan utara negara itu. Koalisi pimpinan AS untuk memerangi ISIS kemudian menempatkan pasukannya di Irak.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Serangan udara koalisi pimpinan AS gempur ibu kota Yaman
Indonesia
•
26 Feb 2024

Iran luncurkan serangan rudal ke Israel
Indonesia
•
02 Oct 2024

Masjid di Saudi mulai dibuka, umroh masih ditangguhkan
Indonesia
•
26 May 2020

COVID-19 – AS mulai vaksinasi anak pekan depan
Indonesia
•
03 Nov 2021


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
