Iran tangkap 3.000 orang terkait kerusuhan baru-baru ini

Orang-orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. Puluhan ribu warga propemerintah turun ke jalan di seluruh Iran pada Senin (12/1), menanggapi seruan dari otoritas Iran untuk menunjukkan solidaritas. (Xinhua/Shadati)

Gelombang protes meletus sejak akhir Desember di sejumlah kota di Iran akibat depresiasi tajam mata uang rial Iran.

 

Teheran, Iran (Xinhua) – Hingga saat ini, sebanyak 3.000 "teroris" yang terlibat dalam "kerusuhan" baru-baru ini di Iran telah ditahan, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Jumat (16/1), mengutip pejabat keamanan Iran.

Para tahanan mencakup para pemimpin utama "kerusuhan," individu yang terafiliasi dengan Israel, individu bersenjata, para "perusuh" yang merusak fasilitas umum, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembunuhan warga Iran, lansir Tasnim. Disebutkan pula bahwa situasi di Iran dalam beberapa hari terakhir relatif tenang, meskipun ada upaya-upaya "untuk menyulut kembali kerusuhan."

Gelombang protes meletus sejak akhir Desember di sejumlah kota di Iran akibat depresiasi tajam mata uang rial Iran. Otoritas Iran telah mengakui adanya demonstrasi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menangani keluhan ekonomi masyarakat, sembari memperingatkan agar aksi kekerasan, vandalisme, dan kerusuhan tidak terjadi.

Aksi protes yang semula berlangsung damai berangsur-angsur berubah menjadi rusuh, sehingga menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada fasilitas umum, masjid, gedung pemerintah, dan bank, terutama pada 8 dan 9 Januari. Otoritas Iran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas situasi ini.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait