
Iran tolak ikut putaran kedua perundingan damai dengan AS

Orang-orang mengikuti sebuah aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, pada 8 April 2026. (Xinhua/Shadati)
Ketidakhadiran Iran dalam putaran kedua perundingan damai dengan AS disebabkan tuntutan berlebihan Washington, ekspektasi yang tidak realistis, sikap yang selalu berubah-ubah, kontradiksi berulang, serta blokade laut yang masih berlangsung, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Ahad (19/4) mengatakan negara itu menolak berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS).
Ketidakhadiran Iran dalam putaran kedua perundingan "berasal dari apa yang disebutnya sebagai tuntutan berlebihan Washington, ekspektasi yang tidak realistis, sikap yang selalu berubah-ubah, kontradiksi berulang, serta blokade laut yang masih berlangsung, yang dianggapnya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata," ungkap kantor berita tersebut dalam unggahan di akun berbahasa Inggris mereka di platform media sosial X.
Dalam laporan lain yang diterbitkan dalam bahasa Persia, IRNA mengatakan laporan yang dirilis tentang putaran kedua perundingan damai antara Teheran dan Washington di Islamabad "tidak benar."
Kantor berita tersebut menggambarkan berbagai laporan yang dirilis oleh AS sebagai bagian dari "permainan media dan sejalan dengan taktik menyalahkan pihak lain" untuk menekan Iran, seraya menegaskan bahwa "tuntutan AS yang berlebihan, tidak logis, dan tidak realistis, sikap yang kerap berubah-ubah, pernyataan yang terus-menerus saling bertentangan, serta berlanjutnya hal yang disebut sebagai blokade laut" sejauh ini telah menghambat kemajuan perundingan.
IRNA menambahkan bahwa dalam situasi saat ini, "tidak ada prospek cerah" untuk negosiasi yang membuahkan hasil.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset AS di Timur Tengah, dan memperketat kendali atas Selat Hormuz.
Pihak-pihak yang bertikai menyepakati gencatan senjata pada 8 April, yang kemudian diikuti oleh perundingan panjang antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 dan 12 April. Setelah perundingan damai di Islamabad gagal, AS memberlakukan blokade mereka di jalur perairan tersebut.
Menurut laporan, delegasi Iran dan AS diperkirakan akan menggelar putaran perundingan damai lainnya di Pakistan dalam waktu dekat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi komitmen pada negara Palestina dengan perbatasan 1967
Indonesia
•
10 Sep 2020

Militer Israel tangkap 3 militan Hamas dalam penggerebekan di Tepi Barat
Indonesia
•
06 Sep 2023

Pemimpin Iran: Ukraina adalah 'korban' dari kebijakan AS
Indonesia
•
01 Mar 2022

Kepala angkatan udara Israel sebut Israel "siap" berperang melawan Hizbullah
Indonesia
•
30 Jun 2024


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
