
Hamas: Israel hanya akan dapatkan kembali sandera melalui pertukaran tahanan

Anggota Brigade Al-Qassam, yang merupakan sayap bersenjata Hamas, dan seorang sandera dari Israel terlihat saat penyerahan tiga warga Israel yang disandera kepada Komite Palang Merah Internasional di kamp pengungsi al-Nuseirat, Gaza tengah, pada 22 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel hanya akan dapat "memperoleh kembali warganya yang disandera" melalui kesepakatan pertukaran tawanan.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Israel hanya akan dapat "memperoleh kembali warganya yang disandera" melalui kesepakatan pertukaran tawanan, kata pejabat senior Hamas Mahmoud Mardawi dalam sebuah pernyataan pers pada Ahad (2/3)."Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu delusional jika merasa dapat mencapai tujuannya melalui perang kelaparan yang dipaksakan di Jalur Gaza," tutur Mardawi.Mardawi menegaskan kembali penolakan Hamas untuk memperpanjang tahap pertama perjanjian tersebut dengan Israel, seraya menekankan perlunya implementasi semua tahap seperti yang telah ditandatangani.Dia juga menyerukan kepada para mediator agar memastikan Israel mematuhi ketentuan-ketentuan dalam perjanjian tersebut, seperti yang telah disepakati.Tahap pertama selama 42 hari dalam perjanjian tiga tahap antara Hamas dan Israel, yang mencakup peningkatan bantuan kemanusiaan, telah berakhir pada Sabtu (1/3). Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua belah pihak diharapkan untuk merundingkan tahap kedua, di mana Hamas akan membebaskan puluhan sandera yang tersisa dengan imbalan penarikan diri Israel dari Gaza dan gencatan senjata permanen.Namun pada Jumat (28/2), Israel mengusulkan kerangka kerja baru yang akan memperpanjang tahap pertama dengan tambahan 42 hari, hingga setelah hari raya Ramadhan bagi umat Muslim dan hari raya Paskah Yahudi, yang akan berakhir pada 20 April. Hamas pada Sabtu mengatakan bahwa usulan Israel tersebut "tidak dapat diterima."Pada Ahad, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel memutuskan "untuk mencegah masuknya barang dan pasokan ke Gaza" untuk menekan Hamas agar menerima usulan perpanjangan tersebut, yang menurutnya dikemukakan oleh utusan Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS tunggak iuran WHO hingga 4,6 triliun rupiah, pilih kabur
Indonesia
•
25 Jan 2026

OPEC beri tahu IMF bahwa reli harga minyak terutama karena geopolitik
Indonesia
•
22 Apr 2022

Anggota parlemen di seluruh dunia hadapi peningkatan intimidasi publik
Indonesia
•
13 Feb 2026

Ancaman senjata nuklir makin besar, sekjen PBB serukan penghapusan total
Indonesia
•
27 Sep 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
